
DURI - Lonjakan harga kebutuhan pokok seperti komoditas cabai di pasar Duri, Kecamatan Mandu, Kabupaten Bengkalis, Riau berdampak bagi pengusaha warung makan atau restoran.
Salah satu dampak yang dirasakan oleh pembeli adalah berkurangnya takaran cabe merah yang biasanya diberikan pemilik warung makan pada nasi bungkus atau meja hidangan.
Baca Juga: Harga Cabe Tebus Rp 110 Ribu
"Rupanya karena cabe merah mahal sekarang, jatah cabe di nasi bungkus ini jadi sedikit. Ga ada terasa pedas lagi nasi ramas sekarang, harga cabenya aja yang semakin pedas, tapi rasa cabenya ga pedas lagi," kata Teddy, saat makan nasi bungkus di halaman kantor Camat Mandau menunggu waktu perekaman e-KTP, Rabu (9/11/2016) kepada GoRiau.com (GoNews Grup).
Hal serupa juga diakui Meri, saat makan bersama rekan kerjanya di salah satu Ampera, pemilik Ampera juga mengurangi takaran cabe merah pada nasi yang sudah diramas itu.
Baca Juga: Pasokan Kurang, Harga Cabe di Duri Meroket
"Biasanya sampai berlebih cabe di nasi ramas kita itu, sekarang ini tidak. Cabe yang di kasih hanya seuprit (sedikit), kalau minta tambah cabe, ditambah hitungannya lagi, kalau 1 porsi nasi ramas itu Rp 10 ribu jadi Rp 12 ribu," bebernya.
Apa yang disampaikan pembeli itu juga tidak dipungkiri oleh sejumlah pemilik warung makan. Mengurangi takaran cabe merah dari biasanya salah satu solusi tepat saat harga cabe mahal.
"Kita ga mau ambil resiko kehilangan pelanggan karena menaikan harga seporsi, makanya kita kurangi takaran sedikit dari biasanya. Rata-rata pelanggan kita komplennya karena takaran cabe dikurangi, tetapi mereka maklum dengan harga cabe merah yang terus saja naik," kata Yanti, pemilik salah satu Ampera di Jalan Sudirman Duri. *** #BENGKALIS