
PASIRPANGARAIAN, GORIAU.COM - Meski harga cabe di Rokan Hulu telah menembus Rp 100 rib per kilogram, Kadiskoperindag Rohul memastikan tidak akan melakukan operasi pasar.
Kadiskoperindang beralasan cabe bukanlah produk pangan sehingga tidak perlu di gelar operasi pasar untuk menstabilkan harga cabe yang semakin meroket.
Sudah sepekan terakir harga cabe di Kabupaten Rokan Hulu meroket tajam, namun meski harganya telah meroket tajam, namun Kadiskoperindag Rohul memastikan tidak akan menggelar operasi pasar untuk menstabilkan naiknya harga cabe ini.
Menurut Kabid Perdagangan Rohul Ismet, Rabu (12/11/2014) tidak dilakukanya operasi pasar terkait kenaikan harga cabe ini disebabkan karena cabe bukanlah produk pangan penyangga seperti beras, selain itu terbatasnya stock cabe di pasaran serta karakteristik cabe yang mudah busuk menyebabkan pihak Diskoperindag urung untuk melakukan operasi pasar.
Katanya, dari informasi yang diperoleh dari distributor penyebab kenaikan harga cabe di Rohul disebabkan berkurangnya pasokan akibat Erupsi Gunung Sinabung, akibat musibah ini kebutuhan cabe Rohul sebesar 553,5 ton tidak bisa dipenuhi seluruhnya dan hanya bisa dipasok dari Sumatera Barat.
Terbatasnya stock cabe di pasaran inilah yang menyebabkan harga cabe di Rohul melambung. ''Saat ini harga cabe di Rohul telah menembus harga Rp 100 ribu per kilogram, harga tersebut naik 5 kali lipat dari harga biasanya yang hanya mencapai Rp 20 ribu per kg," pungkas Ismet. (ram)