KAMPAR – Harga Cabai Rawit di Kabupaten Kampar, Riau kini tembus Rp80 ribu per kilogram (kg) yang sebelumnya hanya Rp35 ribu per kg.

Lonjakan harga sejumlah bahan pokok di Kampar bertahan sudah sepekan. Belum ada tanda-tanda penurunan harga hingga Minggu (19/6/2022).

Indra Nazaruddin, seorang pedagang pasar di Bangkinang Kota, mengatakan, lonjakan harga dimulai sejak Senin (13/6/2022). Harga bahan pokok naik bersamaan.

"Sudah sejak Senin lalulah. Sampai hari ini belum turun," kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Plaza Bangkinang (PPPB) ini kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (19/6/2022).

Harga cabai merah paling tinggi yang menyentuh Rp110.000 per kilogram. Selama sepekan ini terjadi fluktuasi harga. Tetapi belum melampaui di bawah Rp100.000 per kg.

Menurut dia, lonjakan harga hanya terjadi pada cabai merah asal Sumatera Barat. Harga komoditi lokal yakni cabai asal Kampar hanya Rp80.000.

Kenaikan harga cabai merah diikuti komoditi lain. cabai rawit bahkan naik lebih dari dua kali lipat. "Minggu lalu masih 35.000, hari ini cabai rawit sudah 80.000," katanya.

Kenaikan harga cabai hijau juga menembus dua kali lipat. Sebelumnya hanya Rp30.000, menjadi Rp60.000. Selain itu, bawang merah juga naik dari sebelumnya Rp50.000 menjadi Rp70.000.

"Semuanya naik. Sayur-sayuran juga naik," ujarnya.

Harga bahan pokok yang masih normal hanya Tomat. Yakni, Rp10.000 per kg. Bahkan turun tipis dari periode pekan lalu.

Pedagang tidak mengetahui penyebab lonjakan harga secara pasti. Pihaknya berencana mengadu ke otoritas terkait, dalam hal ini Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdag KUKM) Kampar. Sekaligus membahas solusi agar harga kembali normal.

Menurut dia, omzet pedagang menurun drastis. Ini dikarenakan daya beli masyarakat melemah. Pedagang juga terpaksa mengurangi stok dagangan.

"Misalnya, dari biasanya beli cabai setengah kilo, sekarang jadi seperempat. Otomatis omzet pedagang pasti turun juga," ujarnya.***