
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau Tahun 2015, yang mana telah diverifikasi dan disetujui oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjaho Kumolo sebesar Rp10,7 triliun.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, mengakui bahwa APBD Riau Tahun 2015 cukup besar, namun angka tersebut dinilai tidak akan cukup untuk mencakup seluruh program dan kegiatan pembangunan untuk masyarakat secara keseluruhan.
"Belum sebanding dengan apa yang dihasilkan. Kemudian tidak akan cukup untuk menjalankan berbagai program infrastruktur," katanya.
Sebelumnya pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau menyatakan telah menyetujui dan menandatangani penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi setempat untuk tahun 2015 setelah melalui pembahasan di rapat badan anggaran dan unsur-unsur pimpinan legislator.
Plt Gubernur Riau mengatakan, sebagian besar APBD adalah belanja aparatur negara, sebagian untuk program kesehatan dan pendidikan, kemudian baru kemudian dialokasi untuk bidang infrastruktur termasuk perbaikan jalan dan lainnya.
"Setelah harga bahan bakar minyak naik, maka harga berbagai barang kebutuhan akan ikut naik. Itu yang kemudian menyebabkan APBD sebesar itu tidak akan cukup," sambungnya.
Dia berharap seluruh satuan kerja dapat memaksimalkan anggaran yang tersedia dan jangan sampai ada sisa anggaran seperti yang terjadi pada 2014.
"Awal tahun, seluruh program harus sudah berjalan sehingga termanfaatkan dengan baik untuk kepentingan publik," katanya.***