
PEKANBARU – Beberapa pedagang gorengan memilih untuk memperkecil ukuran gorengan yang mereka jual ketimbang menaikan harganya.
Diperkecil nya ukuran gorengan ini dikarenakan harga minyak goreng yang melambung tinggi, tak hanya minyak goreng saja. Harga tepung yang menjadi bahan utama gorengan juga ikut naik.
"Minyak naik, tepung naik, tempe sama tahu juga naik, sayuran naik. Kalau kami naikan harganya takut gak ada yang mau beli," kata salah seorang pedagang gorengan, Wiwot, Rabu (6/4/2022).
Wiwit menerangkan dia masih mempertahankan gorengan dengan harga Rp1000 per bijinya.
Dia juga mengaku sudah banyak mendapat pertanyaan kenapa ukuran gorengan yang dijualnya menjadi kecil, namun hal ini mau tidak mau harus dipilihnya demi kelangsungan usahanya.
"Udah banyak yang nanya kok gorengannya kecil, ya kita jawab aja semuanya mahal. Kalau harga dinaikin nanti gak mau beli, gitu aja kita kasih taunya," ucapnya.
Wiwit berharap seluruh harga pokok maupun sembako kembali normal seperti sedia kala, karena sejauh ini kenaikan harga sembako sudah banyak menyiksa masyarakat.
"Pemerintah kalau bisa turunkan lagi harga-harga sembako ini, kami capek terus sedih karena harga-harga bahan pokok pada naik," tutupnya. ***