
PEKANBARU – Menjelang bulan Ramadhan, harga ayam potong di sejumlah pasar Pekanbaru terus mengalami kenaikan. Saat ini, harga ayam sudah menyentuh Rp26.000 per kilogram.
"Harga ayam pagi ini Rp26.000 per kilogram, naik lagi," ujar Fatimah, salah satu pedagang ayam potong di Pekanbaru, Sabtu (22/2/2025).
Fatimah menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh naiknya harga pembelian dari pemasok. Hal tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
"Harga dari toke naik, jadi kami juga terpaksa menaikkan harga jual. Mungkin karena mau masuk bulan puasa," katanya.
Kenaikan harga ayam potong ini terjadi secara bertahap sejak empat hari terakhir. Menurut Fatimah, setiap hari harga modal yang ia keluarkan semakin tinggi sehingga harga jual ikut disesuaikan.
"Setiap hari modalnya naik, jadi kami juga harus menaikkan harga sedikit demi sedikit," jelasnya.
Misra, seorang ibu rumah tangga yang ditemui saat membeli ayam, mengaku kaget dengan kenaikan harga ini. Seminggu lalu, harga ayam masih Rp22.000 per kilogram, namun kini sudah mencapai Rp26.000 per kilogram.
"Waktu masih Rp22.000 per kilogram saya masih bisa beli seperti biasa. Sekarang mau beli lagi ternyata sudah Rp26.000 per kilogram," ungkap Misra.
Meski harga naik, Misra tetap membeli ayam untuk kebutuhan lauk di rumah. Namun, ia menyiasati kenaikan harga ini dengan mengurangi jumlah pembelian.
"Biasanya saya beli satu ekor ayam ukuran dua kilogram, sekarang dikurangi jadi satu ekor yang lebih kecil supaya anggaran belanja tetap cukup untuk kebutuhan lainnya," ujarnya.
Pantauan di beberapa pasar menunjukkan bahwa selain ayam potong, harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Harga cabai keriting bertahan di angka Rp40.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, dan ikan serai Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras bervariasi tergantung ukuran, dengan ukuran sedang dijual Rp56.000 per papan isi 30 butir. (ant)