
TELUKKUANTAN - Setahun memimpin Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Drs. H. Mursini - Halim belum melakukan perubahan yang positif. Justru, berbagai kebijakan yang dibuat Mursini - Halim tidak menguntungkan masyarakat banyak.
Penilaian itu disampaikan Presiden Mahasiswa Uniks, Rayendra Usman dalam rilis yang diterima GoRiau.com, Jumat (2/6/2017) pagi di Telukkuantan.
"Sudah satu tahun, tapi belum ada perubahan yang nyata dilakukan beliau di Kuansing ini," ucap Rayendra.
Seperti yang diketahui, Mursini - Halim dilantik sebagai kepala daerah oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada 1 Juni 2016. Saat maju sebagai kepala daerah, Mursini - Halim mengusung tema perubahan.
"Mana perubahan? Mana kemajuan yang ditawarkan MH (Mursini - Halim) saat kampanye dulu? Kita berharap, perubahan tak hanya sekedar konsep, tapi benar-benar diimplementasikan," papar Rayendra.
Momentum satu tahun ini, Rayendra mengingatkan pemerintahan Mursini - Halim tidak lupa dengan janji-janjinya, terutama yang menjanjikan perubahan.
"Begitu juga dengan janji mereka kepada mahasiswa saat aksi Maret lalu, bahwa akan menyelesaikan semua persoalan dengan segera. Perjanjian tersebut ditandatangani Sekda," ujar Rayendra.
Rayendra juga meminta agar Mursini - Halim serius dalam melanjutkan pembangunan tiga pilar. Jangan sampai, gedung yang megah dan menghabiskan miliaran rupiah terbuang sia-sia.
"Kita berharap gedung tersebut bisa digunakan. Kalau lambat, takunya ini akan menjadi tempat maksiat atau sarang hantu," tegas Rayendra.
Agar pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya, Rayendra menyarankan agar Mursini - Halim menjalin komunikasi yang baik dengan DPRD Kuansing.
"Jangan seperti yang sudah-sudah, ingat masyarakat. Peristiwa yang terjadi di daerah ini telah membuat masyarakat sengsara," tutup Rayendra.***