PEKANBARU, GORIAU.COM - Dari beberapa kasus kekerasan dan pelecehan profesi yang dialami wartawan baik di Indonesia, khususnya di Riau, hanya sedikit yang selesai. Selebihnya, kasus tersebut berakhir tanpa penyelesaian yang kemudian memudar dan hilang secara tidak jelas.
Hal itu diungkapkan Satria Batubara dalam diskusi yang ditaja Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers di Pustaka Wilayah Soeman HS, Pekanbaru, Selasa (13/5/2014).
Kegiatan yang mengambil tema sentral 'Kubur Kabar Kabur', secara khusus membahas kasus-kasus kekerasan yang pernah menimpa jurnalis di Indonesia. Sebelum diskusi, para peserta menikmati film dokumenter kekerasan yang diterima wartawan saat menjalankan tugas.
Film dokumenter tersebut dibahas secara bersama, dengan pemateri Syahnan Rangkuti dari wartawan senior Kompas, Mayandri Suzarman dari Lembaga Advokasi Pers dan Fakrurrozi selaku Ketua AJI Pekanbaru.
Untuk di Riau, kata Satria, baru satu kasus yang benar-benar jelas penyelesaiannya. Yakni kasus kekerasan yang menimpa Didik Herwanto, fotografer Riau Pos yang dilakukan oknum TNI Lanud Roesman Djamin. "Itupun, hukuman yang diterima pelaku tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukannya," ujar Satria.
"Begitu juga kasus yang menimpa Zulfikri, wartawan Harian Vokal. Dimana, seorang anggota DPRD Kota Pekanbaru bernama Yose Syaputra memperlihatkan bokongnya. Ini penghinaan untuk profesi kita dan saat ini kasus tersebut belum juga selesai," ulas Satria.
Menurut Satria, ia mengistilakan pendampingan hukum yang dilakukan wartawan, perusahaan Pers dan LBH Pers seperti seorang 'Spinter'. Dimana, di awal-awal munculnya kasus, media sangat cepat merespon. "Kita lakukan demo, boikot instansi tersebutn" katanya.
"Namun, sebulan setelah itu kita mulai tidak peduli lagi. Hingga akhirnya, hilang begitu saja," tandas Satria. Sementara itu, Jurnalis yang menjadi korban selalu mendapat berbagai macam tekanan dari pelaku. Mulai dari tekanan psikologis sampai ancaman dibunuh. "Apalagi, kalau pelaku itu anggota TNI atau Polri," tambahnya.
Dalam perbincangan tersebut, Satria mengusulkan agar forum-forum organisasi wartawan yang ada sangat perlu diaktifkan. Sehingga, setiap kasus kekerasan yang menimpa Jurnalis menjadi kasus bersama. "Kita ini bekerja untuk publik dan kita harus mendapat dukungan dari semua masyarakat," katanya.(san)