
DUMAI, GORIAU.COM - Sejarah ledakan di kilang Pertamina Putri Tujuh Dumai, Riau ternyata tidak hanya sekali terjadi. Peristiwa itu terjadi hampir setiap tahun dan terakhir di awal tahun 2014 lalu. Dampak ledakan demi ledakan itu, ternyata membuat warga, khususnya di Tanjung Palas, Dumai Timur, cemas, karena itu, Rabu (5/3/2014), puluhan warga melakukan aksi demontrasi untuk menuntut pertanggungjawaban Pertamina terhadap keselamatan warga.
Puluhan warga itu melakukan aksinya tepat di depan kilang Pertamina sambil membentangkan spanduk. Awalnya puluhan massa ini berjalan kaki dari Simpang Tanjung Palas menuju Gate I Pertamina. Mereka menutut Pertamina bertanggungjawab terhadap rasa tidak aman dan nyaman warga. Salah satu solusi yang ditawarkan warga adalah relokasi pemukiman warga agar jauh dari kilang.
Koordinator lapangan aksi, Khalifah Epi mengatakan, hampir setiap tahun terjadi ledakan, namun Pertamina tetap saja melakukan pembangunan tanpa memperhatikan keselamatan dan keamanan warga.
Pada aksi ini, warga diterima oleh GM Pertamina Dumai, Nyoman Sukadana. Pada kesempatan itu, Nyoman berjanji akan menyampaikan tuntutan warga ke Pertamina Pusat. ''Dalam waktu satu atau dua minggu kami akan beri jawaban,'' ujarnya. (nti)