PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs H Zulher MS, mengikuti Rapat Akhir Tahun 2013 yang dilaksanakan di Desa Muara Mahat, Kecamatan Tapung, Kampar, Sabtu (15/2/2014). Anggota KUD bidang kelapa sawit ini dibina oleh PT Ramajaya Pramukti ini cukup senang dengan kedatangan kadisbun riau ini, karena sebelum menjadi Kadisbun Riau, Zulher telah dikenal oleh masyarakat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar yang sering mereka kunjungi.
Zulher mengungkapkan bahwa kedatangannya pada saat RAT KUD Muara Mahat Sejahtera untuk memastikan bahwa kegiatan usaha perkebunan anggota KUD ini berjalan dengan baik. Seperti penyalura pupuk bersubsidi, pembelian buah yang sesuai dengan yang ditetapkan oleh Tim Harga Disbun Riau.
"Alhamdulillah, tadi petani mengungkapkan bahwa harga TBS ditingkat mereka sama dengan yang kita tetapkan pada minggu yang lalu yaitu Rp 1984 per kilogramnya"terang Zulher.
Kedatangan Zulher dijadikan oleh anggota Koperasi untuk curhat tentang kondisi mereka sekarang ini. Ketua KUD Muara Mahat Sejahtera, Zakir, mengungkapkan rasa senangnya atas kedatangan Kadisbun Riau tersebut. Dia mengungkapkan bahwa mereka tidak pernah selama ini didatangi secara langsung oleh pejabat di tingkat provinsi.
Zakir mengeluhkan adanya potongan biaya insentif hingga 100 kilogram yang mereka alami di pabrik selama ini. Dia berharap potongan tersebut ditiadakan.
Zulher mengungkapkan bahwa memang ada potongan hingga 100 kilogram yang dialami oleh petani jika TBS yang mereka jual banyak sampahnya, tandannya panjang dan buah mengkal.
"hal itu terdapat dalam Permentan no 14 tahun 2013. Dari poin tersebut kita mengharapkan buah yang masuk ke pabrik atau yang dijual oleh petani adalah buah yang bagus. Namun sekarang kita telah mengusulkan Permentan no 14/2013 ini segera direvisi. Poin yang kita inginkan adalah penghapusan biaya admin hingga 5%, masuknya komponen cangkang sebagai variabel pendamping CPO dan PKO. Dan juga bebarapa usulan lainnya"terang Zulher.
Anggota KUD, Ujang Abbas, yang mengharapkan bahwa Disbun Riau dapat menyalurkan pupuk bersubsidi yang selama ini tidak pernah mereka nikmati.
"Pupuk bersubsidi disini hampir bisa dikatakan tidak ada, untuk itu kami berharap pak zulher dapat segera menyalurkan kepada kami"harap Ujang Abbas.
Anggota KUD yang lainnya, Amrizal, mengungkapkan keinginan mereka untuk menanam tanaman gaharu sebagai tanaman sela.
Menjawab pertanyaan Amrizal ini, Zulher mengungkapkan Disbun Riau siap membantu petani untuk menyediakan berbagai tanaman sela seperti Gaharu dan Knaf.
"Untuk itu kita harap mereka segera membuatkan usulan program tersebut"ungkap Zulher.
Zulher pada akhir pertemuan tersebut mengungkapkan akan segera menindaklanjuti berbagai masukan dari para petani tersebut dan dituangkan ke dalam program Dinas Perkebunan ke depannya.
Diakhir RAT ini, diputuskan oleh peserta RAT bahwa KUD Muara Mahat Sejahtera membukukan keuntungan Rp 517.974.860, dengan total aktivanya mencapai Rp 4.527.874.306. (rls)