PEKANBARU - Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Pekanbaru terus mengkonsolidasikan internal partai menjelang Pemilu 2024.

Ketua DPC PKB Kota Pekanbaru, Taufik Arrakhman, mengatakan, dengan posisi nol kursi di DPRD Kota Pekanbaru, pihaknya masih fokus untuk membenahi kondisi internal partai terlebih dahulu.

"Kita perkuat internal dulu, sambil mencari orang-orang yang siap bertarung di Pileg 2024 mendatang," ujar Taufik, Minggu (14/11/2021).

Saat ini, lanjut Taufik, pihaknya sudah menyusun kepengurusan di 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kota Pekanbaru, dan semuanya melalui proses penunjukan langsung oleh DPC, bukan Musyawarah Anak Cabang (Musancab).

Taufik menegaskan, PAC-PAC tersebut, mayoritas merupakan orang-orang baru di PKB, tapi mereka sudah berpengalaman dalam konstelasi politik, bahkan tak sedikit juga yang berasal dari bekas partainya, yakni Gerindra.

"Kalau ditanya yang dari sana (Gerindra-red), ada juga masuk dalam pengurus, intinya kita terbuka kepada siapa saja yang mau membesarkan PKB ini di Pekanbaru," tuturnya.

Pengurus DPC dan PAC, jelas Taufik, adalah orang-orang yang sudah siap tempur di Pemilu 2024 mendatang. Sehingga, kinerja mereka akan terus dipantau oleh DPC dan DPW PKB.

"Ya, mereka harus maju, supaya lebih bersemangat dalam mengelola partai, kita akan evaluasi dalam jangka waktu satu hingga dua bulan, kalau dalam penilaian kita tak serius, ya mungkin bisa diganti," katanya.

Sebagai informasi, Taufik Arrakhman ditunjuk sebagai Ketua DPC PKB Pekanbaru pasca PKB Pekanbaru gagal meraih kursi di Pileg 2019 lalu. Taufik diberi kebebasan oleh DPW PKB Riau dalam membenahi struktur partai.

Nama Taufik Arrakhman sudah tidak asing bagi masyarakat di Kota Pekanbaru, Taufik pernah menjadi Anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru periode 2014-2019 dan diamanahkan sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Riau.

Sepak terjangnya di Partai Gerindra juga sudah terbukti, yakni Taufik yang ditunjuk sebagai Wakil Ketua Bidang Hukum ini pernah mengadvokasi beberapa kasus hukum yang viral, diantaranya Neno Warisman yang ditahan di Bandara SSK II Pekanbaru, dan kasus tuduhan money politic oleh kader Gerindra.

Di Pileg 2019, Taufik yang mendapat nomor urut 2 di berhasil meraih suara 12 ribu suara, sayangnya Taufik kalah suara dari anak Ketua DPD Gerindra Riau, Nurzahedy, yakni Muhammad Aulia. Aulia sendiri kala itu diberi nomor urut 1, meskipun Aulia belum pernah menjadi pengurus partai. ***