
PEKANBARU – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat akibat musim kemarau lebih cepat, Provinsi Riau menyiapkan 17.764 personel dari berbagai unsur. Langkah ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan terpadu yang digerakkan pemerintah pusat dan daerah.
Peringatan datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan musim kemarau di Riau akan dimulai pada Mei 2025. Menyikapi hal itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan kesiapan semua sektor.
"Artinya, lahan sudah mulai kering, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, Riau harus siap sedia," ujarnya dalam rapat kesiapsiagaan di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (28/4/2025).
Pemerintah pusat memperkuat koordinasi lintas sektor melalui Desk Koordinasi Penanganan Karhutla di bawah Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Menko Polhukam, Budi Gunawan, dijadwalkan memimpin apel kesiapsiagaan karhutla di Riau, Selasa (29/4/2025).
"Harapannya, dengan apel ini kita bisa mengantisipasi potensi karhutla sejak dini," jelas Suharyanto.
Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyampaikan bahwa ribuan personel dari berbagai unsur telah disiapkan untuk bergerak cepat di lapangan. Rinciannya, TNI AD menyiapkan 3.227 orang, Polri 5.231 personel, Masyarakat Peduli Api (MPA) 4.059 orang, dan dukungan dari perusahaan swasta sebanyak 1.980 orang.
"Personel ini akan disebar sesuai kebutuhan di setiap daerah rawan karhutla," ujar Wahid.
Sebagai bagian dari langkah antisipasi, pemerintah juga mengusulkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) serta menyiagakan helikopter untuk patroli udara dan operasi water bombing. Kepala BNPB memastikan seluruh sarana pendukung akan mulai beroperasi pada 1 Mei 2025.
"Kalaupun terjadi kebakaran, semua sudah siap. Satgas darat harus bergerak cepat, jangan tunggu api membesar," tambah Suharyanto.
Dengan musim kemarau yang diprediksi lebih parah dibanding tahun sebelumnya, kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pihak diharapkan mampu menjaga langit Riau tetap biru dan bebas asap. ***