BENGKALIS, GORIAU.COM - Kabut asap yang melanda Bengkalis Riau telah mengganggu aktifitas warga, tak terkecuali jalur pelayaran. Karena jarak pandang sangat pendek, Adpel mengiingatkan kapal-kalap agar menggunakan peralatan navigasi.

Kepala Adpel Bengkalis, Mohammad Fikri kepada wartawan, Kamis (20/6/2013) menegaskan bahwa pihaknya selalu memantau kondisi di lapangan. Pihaknya juga sudah mengingatkan semua perusahaan pelayaran dan nakhoda untuk menyalakan peralatan navigasi mengingat kabut tebal sangat menganggu pelayaran.

"Kita sudah ingatkan para nakhoda jika jarak pandang makin kecil, sebaiknya pemberangkatan ditunda," pesannya.

Pantauan di lapangan, kabut yang menyelimuti daratan dan perain Bengkalis makin parah. Jarak pandang di daratan hanya sekitar 200-300 meter, sementara di peraian sekitarnya 100 meter, terutama saat pagi hari menjelang siang.

Kondisi cuaca sudah tidak sehat lagi. Debu warna putih sisa pembakaran berterbangan di udara. Mata terasa perih dan menggangu pernafasan akibat bau asap yang menyengit. Kemudian mulai pukul 14.00 langit memerah dan udara gelap seperti sore hari. Walau cuaca gelap, tapi terasa panas dan gerah. Jika tidak ada turun hujan dalam waktu dekat ini, dapat dipastikan kabut asap semakin pekat. (jfk)