
BUKITTINGGI – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada malam kedua Lebaran, Selasa (1/4/2025), sekitar pukul 22.33 WIB. Letusan tersebut mengejutkan warga di Kabupaten Agam dan Tanah Datar yang berada di sekitar kawasan gunung berketinggian 2.891 mdpl itu.
Erupsi terjadi saat sebagian besar warga tengah beristirahat setelah merayakan Idul Fitri. Suasana tenang berubah menjadi kepanikan ketika getaran terasa hingga ke permukiman.
"Saya kaget karena tiba-tiba rumah bergetar dan terdengar letusan. Anak-anak yang awalnya tidur terbangun," ungkap Widia, warga Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.
Hal serupa dialami warga Nagari Bukit Batabuah, Kecamatan Sungai Pua. "Kami semua keluar rumah saking kagetnya, rumah-rumah warga bergoyang," ujar Walinagari Bukit Batabuah, Firdaus.
Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut tebal. Namun, letusan terekam jelas pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30,6 mm dan durasi 34 detik.
"Erupsi Marapi terjadi pukul 22.33 WIB. Meski tinggi kolom abu tidak terlihat, aktivitas terekam kuat di alat monitoring," katanya.
Saat ini, Gunung Marapi masih berstatus Level II (Waspada). Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah.
PGA juga mengingatkan warga agar mewaspadai potensi lahar atau banjir lahar dingin, terutama saat musim hujan dan jika terjadi hujan abu.
"Jika hujan abu turun, gunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari risiko ISPA," imbau Rifandi.
Hingga saat ini, data PGA mencatat Marapi telah mengalami 414 kali erupsi sejak erupsi utama pada Desember 2023. Warga diminta tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah. (ant)