PEKANBARU, GORIAU.COM - Lagi-lagi, Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun kembali mengundang gelak-tawa saat memberikan sambutan. Kali ini saat dirinya memberikan sambutan pada Paripurna HUT Kota Pekanbaru ke-230 di Aula Gedung DPRD Pekanbaru, Senin (23/6/2014).

Banyak hal menarik, unik dan lucu yang disampaikan Gubri di depan forum. Mulai dari pembenahan Kota Pekanbaru ke depan, peran serta masyarakat dalam membangun daerah, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan hingga ekonomi.

Namun dari sekian poin sambutannya, Gubri cukup merasa aneh ketika menyebutkan gelar yang baru saja disandang Walikota (Wako) Pekanbaru, Firdaus dengan sebutan 'Datuk Bandar Setia Amanah'.

Kemudian Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru, Ayat Cahyadi dengan sebutan 'Datuk Muda Bandar Setia Amanah'. Lantas apa yang menariknya? Gubri mempertanyakan kenapa dirinya belum mendapatkan gelar.

"Saya gubernur belum ada dapat gelar, sementara bupati/walikota lainnya sudah," kata Gubri yang mengundang gelak-tawa peserta sidang paripurna tersebut.

Hadir dalam paripurna Wakil Gubernur Riau (Wagubri), H Arsyadjuliandi Rachman, Wako Pekanbaru, Firdaus, Wawako, Ayat Cahyadi, Ketua DPRD Pekanbaru, Desmianto, perwakilan DPRD Provinsi, pejabat Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru, tokoh masyarakat dan unsur lainnya.

Dalam kesempatan itu, Gubri juga menyampaikan dan mengapresiasi atas program-program yang disampaikan Wako Pekanbaru, Firdaus. Karena menurutnya, program Pemko Pekanbaru tersebut sangat mendukung dan sejalan dengan visi dan misi Gubri pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau Periode 2014-2019.

"Program-program yang telah disampaikan Pak Walikota tadi perlu didukung, terutama mengenai program yang langsung menyentuh atau dirasakan masyarakat umumnya," kata Gubri.

Beberapa diantaranya seperti peningkatan atas pelayanan kesehatan, administrasi umum, fasilitas pendidikan, rumah ibadah hingga pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) secara berkelanjutan.

Untuk tahun ini saja, Pemko Pekanbaru menganggarkan pembangunan untuk 250 unit RLH. Program tersebut sejalan dengan program Gubri yang juga akan merealisasikan RLH kepada kabupaten/kota untuk kalangan masyarakat miskin.

Khusus untuk Pekanbaru, Pemprov Riau akan merealisasikan sebanyak 280 unit RLH dengan takaran harga Rp60-80 juta.***