
PEKANBARU, GORIAU.COM - Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun mengaku cukup sulit mengembangkan Provinsi Riau dengan kendala Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang hingga saat ini tidak juga ditandatangani Menteri Kehutanan (Menhut) RI.
Termasuk mendatangkan investor ke Riau, diakui Gubri cukup sulit dengan kondisi Riau yang masih perlu perbaikan dan pengembangan. Ada 3 hal utama yang dikemukakan Gubri agar investor mau datang dan berinvestasi di Riau.
Pertama adalah jalan. Dimana jalan yang bagus dan mulus belum sepenuhnya terealisasi di kabupaten/kota di Riau. Mulai dari jalan tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten/kota.
Kedua, mengenai listrik. Sementara Provinsi Riau belum bisa membanggakan diri dengan ketersediaan listrik yang mencukupi. Mencukupi ini diartikan dengan lancar dan tanpa hambatan. Sementara Riau masih mengalami pemadaman bergilir pada setiap tahunnya.
Ketiga adalah ketersediaan air yang bersih. Meski tidak mengalami kendala tentang ketersediaan air yang bagus, namun juga masih ada beberapa daerah yang masih kesulitan air bersih.
"3 hal itu merupakan syarat untuk mendatangkan investor. Kalau belum terpenuhi, apa yang bisa kita andalkan dan tawarkan kepada pihak investor," tandas Gubri.
Kembali kepada RTRW, dikatakan Gubri, sebelumnya sudah ada beberapa investor yang berminat menginveskan modalnya. Namun kendala lahan dan kawasan yang dibidik masih berstatus hutan.
"Pemkab Dumai sudah melaporkan kepada saya, setidaknya ada 3 investor yang ingin berinvestasi di sana. Namun karena terkendala RTRW, akhirnya batal. Karena Dumai sebagian besar diklaim masih menjadi kawasan hutan di peta Kemenhut," papar Gubri.***