
PEKANBARU - Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman menegaskan bahwa pihaknya akan berkomitmen menyukseskan rencana pembangunan di Riau melalui pendidikan dan mengentaskan anak-anak yang putus sekolah.
Menurut orang nomor satu di Riau ini, pendidikan merupakan salah satu unsur yang harus dipenuhi dan dibenahi demi kelangsungan hidup generasi muda di masa yang akan datang. Pasalnya, apabila Sumber Daya Manusia (SDM) nya tidak baik, maka akan sulit untuk membawa kemajuan pembangunan di daerahnya.
"Pendidikan adalah hal yang utama. Jika ingin membawa kemajuan bagi daerah yang kita cintai ini, maka kualitas pendidikan pun harus dibenahi. Bukan menyoal pembangunan semata," ungkap Andi Rachman.
Untuk itu, ia merasa setiap guru perlu meningkatkan mutu pendidikan supaya mampu bersaing dengan daerah lainnya. Untuk itulah, peningkatan kualitas serta jumlah sarana dan prasarana penunjang pembelajaran siswa disetiap sekolah di Provinsi Riau sangat diperlukan.
Mantan Ketua Hipmi Provinsi Riau ini pun mengajak semua stakeholder untuk ikut terlibat memajukan pendidikan di tanah melayu lancang kuning ini dengan berperan serta dalam memajukan pendidikan. “Sedangkan untuk masalah kekurangan baik ditiingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), akan segera diatasi  dan kita berharap guru maupun sarana dan prasarana tidak hanya dirasakan oleh mereka yang ada di kota-kota, tapi juga diwilayah pedalaman juga bisa ikut merasakan pendidikan ini,†ujarnya.
Salah satu wujud nyata peningkatan program pendidikan ialah dengan mengikutsertakan peran Bunda PAUD dalam pembangunan satu desa satu PAUD, karakter serta SDM yang handal sejak dini. Bentuk dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan program nasional ini dengan melantik Bunda PAUD kabupaten dan kota yang terdiri dari istri Walikota dan Bupati se-Riau sebagai perpanjangan tangan pemerintah Provinsi di daerah.
“Selamat atas pelantikannya. Saya berharap betul dengan adanya Bunda PAUD juga bisa menjalankan salah satu fungsi tugas pokok dalam  mengembangankan PAUD,†tambahnya.
Pendidikan PAUD terbilang strategis, karena usia siswa PAUD rata-rata berkisar antara dua sampai delapan tahun. Secara tidak langsung sejak dini Riau telah menciptakan SDM yang siap bersaing saat dewasa di era saat ini.  “Sudah sejak kecil kita bentuk karakter anak bangsa, tidak hanya pintar namun juga beretika,†tuturnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Riau, Sisilia Arsyadjuliandi Rachman menyebut selalu bekerjasama dengan Bunda PAUD kabupaten dan kota dalam menjalankan program-program PAUD yang berkualitas sampai ke pelosok pedesaan. "Ingat anak-anak harus dilindungi dan dijaga. Mereka adalah generasi penerus masa depan bangsa. Kalau calon penerus bangsa sejak dini rusak bagaimana nanti kedepannya," sebutnya.
Lewat penuturan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau, Kamsol memaparkan sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait telah mengadakan kegiatan Gebyar PAUD. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang anak melalui PAUD.Â
"Saya dukung kegiatan seperti ini, melalui Gebyar PAUD dan pembentukan Bunda PAUD tingkat Provinsi Riau Tahun 2016 dapat meningkatkan kemampuan generasi mudah yang tumbuh tangguh, cerdas, mandiri dan kreatif. Sehingga tidak kalah dengan daerah hingga daerah negara lain, karena sudah sejak dini diberi pengajaran," pungkasnya. (Adv/Rat)