
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 22 titik, termasuk di halaman Stasiun TVRI Riau, Jalan Durian, Pekanbaru, pada Rabu (19/2/2025). Acara ini diresmikan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, M. Job Kurniawan, yang mewakili Gubernur Riau.
M. Job Kurniawan menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Riau dalam membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Riau untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih murah dan berkualitas,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, berbagai bahan pangan pokok dijual dengan harga yang lebih terjangkau, di antaranya gula pasir Rp15.000/kg, beras SPHP Rp55.000/sak, beras slyp Rp72.000/sak, minyak goreng Rp14.000/liter, telur ayam Rp45.000/papan, dan tepung terigu Rp10.000/kg.
M. Job Kurniawan menekankan bahwa inflasi di Provinsi Riau pada Februari 2024 tercatat sebesar 0,02%, sementara di Kota Pekanbaru mencapai 0,40%. Namun, lonjakan permintaan selama bulan Ramadan berpotensi meningkatkan harga komoditas pangan. Oleh karena itu, Pemprov Riau mengambil peran aktif dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan melalui GPM ini.
“Gerakan ini tidak hanya bertujuan menjaga harga tetap terjangkau, tetapi juga sebagai strategi dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah. Dengan memanfaatkan potensi pertanian lokal, kita bisa mengurangi ketergantungan pada impor serta memperkuat ekonomi daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemprov Riau mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mengembangkan pertanian pangan lokal sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam tanaman yang mudah dibudidayakan seperti cabai, sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun ketahanan pangan di tingkat lokal. Dengan menanam bahan pangan sendiri, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pangan,” tutup M. Job Kurniawan. ***