SELATPANJANG – Di tengah suasana halal bihalal yang biasanya identik dengan silaturahmi, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepulauan Meranti justru mengangkat isu yang lebih mendasar yakni menjaga daerah tetap aman dan bersatu. Dari Pondok Pesantren Al-Husna, Desa Mantiasa, Sabtu (11/4/2026) malam, seruan itu mengalir tegas kamtibmas bukan urusan segelintir pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Kegiatan yang digelar Pimpinan Cabang GP Ansor tersebut menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga masyarakat. Fokusnya bukan sekadar mempererat hubungan, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif menghadapi potensi gangguan sosial di daerah.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Febriady, menegaskan bahwa momentum pasca-Idulfitri harus dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi kebersamaan.

"Momentum ini sangat baik untuk saling memaafkan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat persatuan dan kesatuan," ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan kedepan tidak ringan. Stabilitas daerah, menurutnya, hanya bisa terjaga jika ada keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti GP Ansor.

Deklarasi Sabuk Kamtibmas yang digelar dalam kegiatan tersebut menjadi penegasan komitmen bersama. Langkah itu menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak cukup hanya dengan imbauan, tetapi perlu diwujudkan dalam aksi nyata dan kolaborasi lintas elemen.

"Tidak cukup hanya pemerintah. Perlu sinergi semua pihak ulama, tokoh masyarakat, dan pemuda agar daerah ini tetap aman dan berkembang," tegas Febriady.

Ia juga mendorong kader Ansor untuk lebih responsif terhadap dinamika sosial di tengah masyarakat. Peran sebagai agen perubahan, kata dia, harus diwujudkan melalui kehadiran nyata di lapangan.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kepulauan Meranti, Muttaqin, menegaskan bahwa Ansor memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga nilai-nilai keagamaan yang moderat. Sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, Ansor diharapkan mampu menjadi perekat di tengah keberagaman.

Kehadiran berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, Forkopimda, hingga kepala desa se-Kecamatan Tebingtinggi Barat, memperlihatkan bahwa isu keamanan dan persatuan menjadi perhatian bersama.

Ceramah agama oleh Kyai Sirojul Munir dari Pekanbaru menutup kegiatan dengan pesan sederhana namun kuat, persaudaraan harus terus dijaga terutama di tengah perbedaan. ***