TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Guna mengatasi krisis listrik di Indragiri Hilir (Inhil), Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) mengunjungi PT PLN (persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) I dan II Medan, Jumat (6/11/2015) semalam.

Dalam kunjungan itu, dibahas terkait pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Parit 23 dan pembangunan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 Kilovolt.

Sesuai yang ditargetkan, dari 2X7 megawatt itu, dikatakan Iwan, pada Oktober 2016, sudah mulai beroperasi satu unit sudah beroperasi. Namun demikian, pihaknya menginginkan, pengopearasian lebih awal dari yang ditargetkan.

''Kunjungan kita itu, dalam rangka mengatasi krisis listrik di Inhil, kita menggesa, agar pengopearasian PLTU itu bisa dipercepat,'' jelas Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna saat dihubungi GoRiau.com, Sabtu (7/11/2015).

Sesuai dengan apa yang diminta itu, dikatakan Iwan, pihak Pihak PLN Medan, mengatakan akan berusaha semampu mungkin untuk mewujudkannya.

''Kalau bisa cepat kan lebih baik, karena jika mengandalkan PLTD di Parit 4 Tembilahan saja, tidak akan bisa mengatasi krisis listrik saat ini'' tukas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Senada apa yang dikatakan Iwan Taruna, Kabid Ketenagalistrikan dan Energi Pertambangan Distamben Inhil, Yusnaldi menyebutkan dari hasil pembicaraan tersebut, estimasi kelanjutan pembangunan PLTU Parit 23 sudah dalam proses demolisasi.

''Dari 2X7 megawatt itu, satu unit direncanakan beroperasi pada Oktober 2016 dan berikutnya pada Januari 2017,'' sebut Yusnaldi.***