
PEKANBARU - Terkuaknya kabar dugaan eksploitasi anak yang terjadi di Rumbai, Pekanbaru, Riau, membuat sejumlah netizen geram. Mereka mendesak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk segera mengusut kasus tersebut.
Seperti yang diberitakan oleh GoRiau.com sebelumnya, salahseorang guru SD di Jalan Nelayan Rumbai, Riau, menguak kisah memilukan kakak beradik yang dipaksa mengemis oleh ibunya tersebut kepada awak media.
Ia mengisahkan, dua bocah malang yaitu NAB (9) kakak laki-laki dan SAS (8) adik perempuannya. Kedua anak tersebut setiap pulang sekolah lantas digelandang ibunya ke beberapa titik lampu merah yang ada di Pekanbaru untuk mengemis.
Rutinitas tersebut dilakoni oleh NAB dan SAS setiap hari. Mereka diwajibkan menyetor uang hasil mengemis minimal Rp100 ribu. Jika tidak, mereka akan mendapat pukulan dan kekerasan dari ibunya.
Begitu informasi ini diangkat ke publik, sejumlah netizen pembaca setia GoRiau.com di facebook pun menyampaikan keprihatinan mereka. Bahkan, beberapa diantaranya mengaku sering melihat kedua bocah tersebut sedang mengemis.
Seperti yang dituturkan akun Hafid Nurshal pada dinding laman GoRiau.com di facebook, "Ini yg di SPBU jl. Riau sptnya. Bahkan pernah sy bertanya ayahnya sudah tidak ada lagi. Cuma peran Ibu yg salah," tulisnya.
Lain halnya dengan yang ditulis akun Afrita Azha, "KPAI gerakannya lebih cepat,, stiap saya pulang bkerja anak anak ini slalu ada d perempatan jalan.. jgn trlalu lama mnyelidiki, habis waktu mnyelidiki tp mreka tetap aja d eksploitasi... kasehan mreka, mreka butuh perlinungan dr aparat pemerintah, dinas sosial dan KPAI,, smoga semuanya bekerjasama untuk menuntaskan mslh ini."
Selanjutnya, ada pula tulisan akun Busra Central, "Tlg di tindak secepatnya dinas sosial,, KPAI... Kasihan kali menengok anak ini.."