
BENGKALIS - Sempat padam karena diguyur hujan baru-baru ini, kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) kembali terjadi di sejumlah tempat di Bengkalis. Sebagian titik api berhasil dipadamkan, sementara di beberapa titik yang lain sedang ditangani petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bengkalis.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD-Damkar Kabupaten Bengkalis, Suiswantoro dihubungi, Kamis (31/1/2016) mengatakan, beberapa titikkebakaran baru diantaranya di Desa Kembung Baru KecamatanBantan, Desa Senggoro Bengkalis, Wonosari dan Pulau Rupat.
Di Desa Kembung Baru, menurut Suis terdapat dua titik kebakaran. Melihat dari titik koordinat, lokasi kebakaran berada di lahan milik PT RRL. ''Regu Pemadam bersama RPK perusahaan sudah turun ke lokasi dan api berhasil dijinakkan,'' ujar Suis.
Sedangkan di Desa Senggoro atau persisinya berhampiran dengan PantiAsuhan Dayang Darmah, sudah terjadi sekitar tiga hari lalu, juga sudahberhasil dipadamkan oleh regu Damkar BPBD Bengkalis yang turun kelokasi selama tiga hari.
''Kalau melihat dari lokasi kebakaran sepertinya dari sumber api yangbaru bukan dari bekas kebakaran yang lama. Kalau dugaan kita benarsangat-sangat kita sesalkan, karena kebakaran yang terjadi beberapawaktu lalu hampir melumat gedung Panti, baru beberapa minggu kokterjadi lagi,'' papar Suis lagi.
Kebaaran juga terjadi di desa Womosari dan desa Jangkang KecamatanBantan, berkat kesigapan petugas dan cepatnya informasi yangdisampaikan masyarakat kebakaran berhasil dijinakkan.
''Dan saat ini regu pemadam sedang berjibaku memadamkan karlahut diKecamatan Rupat. Ada dua titik api di sana dan sekaran sedangdilakukan pemadaman,'' imbuh Suis.
Mantan Kasubag Pemberitaan Humas Setdakab Bengkalis ini kembalimengingatkan seluruh lapisan masyarakat terutama para pemilik lahan,untuk tidak melakukan pembakaran baik ketika membuka lahan perkebunan baru maupun saat membersihkan lahan.
''Dua minggu terakhir kondisi cuaca kembali panas, kondisi seperti inisangat mudah terjadi kebakaran terlebih di lahan gambut. Untuk itu,kami kembali menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk tidakmembakar atau memerun, karena dampaknya akan sangat berbahaya,'' imbau Suis.(***)