
PEKANBARU - Beban berat biaya pengobatan penyakit mematikan kembali diringankan oleh otoritas setempat. Lewat kolaborasi Dinas Kesehatan dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau, dana sebesar Rp197 juta resmi dikucurkan untuk mendanai keberangkatan sembilan pasien kurang mampu ke Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Pelepasan pasien beserta pengantara ini berlangsung di Gedung VIP Lancang Kuning. Seluruh pendanaan dipusatkan untuk menutupi kebutuhan transportasi, akomodasi, hingga pendampingan selama pasien menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan nasional.
Ketua Baznas Provinsi Riau, Masriadi Hasan mengatakan, alokasi anggaran ratusan juta tersebut murni disalurkan lewat Program Riau Sehat. Indikator utama penerima manfaat ini adalah warga yang terdesak secara ekonomi ketika harus membiayai pengobatan penyakit kronis.
"Kriterianya adalah masyarakat tidak mampu. Indikator utamanya ketika masyarakat harus merawat anak dengan biaya sangat besar dan kemungkinan tidak bisa mendapatkannya kecuali dibantu, kita bantu di situ," ungkapnya.
Masriadi merinci bahwa nominal bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan riil masing-masing penerima manfaat di lapangan. Sinergi bersama Dinas Kesehatan ini dibangun untuk memastikan tepat sasaran, sehingga permasalahan akses kesehatan masyarakat terpecahkan secara langsung.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli merespons positif intervensi anggaran dari Baznas. Arahan langsung dari kepala daerah menuntut pergerakan cepat agar penderita penyakit berat tidak kehilangan momentum penanganan medis akibat kendala finansial.
Dari total sembilan orang yang dikirim ke Jakarta, mayoritas di antaranya adalah penderita penyakit jantung. Penyakit yang membutuhkan tindakan medis spesialis tingkat tinggi ini mendominasi daftar tunggu rujukan.
"Berdasarkan arahan Pak Gubernur agar masyarakat tidak mampu kita bantu. Lewat Baznas kita support masyarakat yang membutuhkan," urainya.
Pemerintah daerah mengawal ketat keberangkatan warga menuju Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita serta fasilitas medis pusat lainnya. Jaminan pembiayaan ini diharapkan memberikan ketenangan psikologis bagi keluarga pasien selama berada di ibu kota. ***