PEKANBARU - Dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesadaran masyarakat terhadap penyebaran Tuberculosis (TBC), Tim Pengabdian Universitas Riau (Unri) menggandeng kepala desa dan tokoh masyarakat di Desa Kasang Limau Sundai, Kuantan Singingi, Riau untuk menyelenggarakan pelatihan pencegahan TBC.

"Penting untuk mencegah tuberculosis (TBC) secara dini di Desa Kasang Limau Sundai Kabupaten," kata Agusman, SP, Sekretaris Camat Kuantan Hilir Seberang, saat membuka kegiatan tersebut, Rabu (2/8/2023).

Pelatihan ini dipimpin Dr.dr Ismawati, M.Biomed, dengan anggota tim termasuk Prof. Dr. Saryono, MSi dan dr. Mukhyarjon, M.Biomed, SpPD. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di desa tersebut.

Dr. Mukhyarjon, M.Biomed, SpPD, dalam materinya menekankan pentingnya peran kader posyandu dan tokoh masyarakat dalam pengentasan TBC. "Pelatihan ini penting dalam rangka pemberdayaan kader dan perangkat desa yaitu dengan memberikan edukasi mengenai TBC yang bertujuan agar peserta dapat memahami mengenai pencegahan, deteksi dini dan terapi TBC," kata dr Ismawati.

Peserta pelatihan diuji pengetahuannya tentang TBC melalui pre-test dan post-test, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka tentang penyakit tersebut sebelum dan setelah pelatihan.

Dr Mukhyarjon menyoroti tingginya kasus TBC di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kuantan Singingi. "Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2019, jumlah TB di Kabupaten Kuantan Singingi adalah 18,10% atau 650 orang," ungkapnya.

Kepala Desa Kasang Limau Sundai, Sukriyan, menyampaikan apresiasinya kepada Unri atas pilihan lokasinya sebagai tempat pengabdian masyarakat dan lokasi Kukerta. "Terbukti dari antusiasme para kader posyandu dan tokoh masyarakat yang hadir. Kami berharap acara serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga dapat bermanfaat kepada masyarakat luas," pungkas Sukriyan. (grc2)