
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Tindakan angkuh kembali ditunjukkan salah seorang Satpam di SMAN 1 Merbau Jalan Panjaitan Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti, Julizar (29). Julizar tega melayangkan tendangannya ke salah seorang murid Imam Hafizi (14) yang waktu itu lupa menutup pintu pagar sekolah karena buru-buru.
Kepada wartawan, Jumat (26/9/2014) Iman Hafizi mengatakan, waktu itu jam istirahat sekolah pukul 09.30 WIB, dia sarapan di kantin luar sekolah bersama teman-temannya. Karena bel masuk telah berbunyi, Ia dan teman-temannya pun buru-buru masuk kelas. "Saya mau cepat-cepat masuk kelas, karena bel sekolah berbunyi. Saya tidak sempat menutup pintu pagar, lalu Satpam marah-marah dan menendang saya dari belakang. Saya terjatuh dan tangan saya lecet," ungkap siswa yang biasa dipanggil Syafiq itu, menjelaskan kejadiannya. Akibat luka lecet dibagian lengannya, Syafiq mendapatkan perawatan di Puskesmas Telukbelitung. Namun, orangtua korban tidak terima kejadian itu, dan melaporkannya ke Polisi."Yang jelas, kami tetap melaporkan pemukulan anak kami ini ke Polsek," sebut Hidayat, ayah Imam Hafizi. Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMA 1 Merbau, Solikin SPd, yang dikonfirmasi wartawan di hari yang sama membenarkan adanya tindak kekerasan oleh Satpam tersebut kepada salah seorang siswa. Pihaknya, akui Solikin, sudah mempertemukan orangtua korban dengan pelaku, namun belum ada penyelesaian. "Kita tidak tahu Satpam tersebut bisa bertindak begitu arogan terhadap salah satu siswa kita. Dan, kita juga sudah sampaikan kepada kepala sekolah, kebetulan beliau di Selatpanjang ada urusan sekolah. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Kami juga akan buat pertemuan lanjutan antara orangtua siswa dengan pelaku, dan juga komite sekolah," kata Solikin. Lebih lanjut Solikin mengaku kalau pihaknya sudah melakukan pembinaan kepada Satpam di sekolah itu bagaimana menjaga sikap dan tingkah laku terhadap para siswa ketika menjalankan tugas tiap harinya."Kita tidak tinggal diam, Satpam itu akan kita beri sanksi atas perbuatannya tersebut," tegasnya. Kepala SMA 1 Merbau, Tati Wahyuni SPd, saat dikonfirmasi dihari yang sama melalui pesan singkat selulernya mengaku belum mengetahui persoalan tersebut."Saya di Selatpanjang. Nanti saya cari tau dulu duduk persoalannya," jawab Tati singkat. Sementara itu Yulizar yang merupakan pelaku kekerasan tidak mau memberikan keterangan meski sudah tesambung berkali-kali ke ponselnya, termasuk tidak mau membalas pesan singkat yang dikirim wartawan.***