
DURI - Memasuki hari ketiga pengobatan gajah liar yang sakit di Kantong Balairaja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, tim gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, baru mengobati satu ekor gajah remaja yang sakit pada telapak kaki bagian depan sebelah kiri.
"Gajah liar yang bernama Tengker, kerap mendekati gajah yang sakit. Karena yang belum diobati tinggal 2 ekor lagi, yaitu gajah dewasa yang luka pada bagian ekor dan anak gajah yang terluka pada kaki bagian depan sebelah kanan," ujar Koordinator Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Amson Daulay kepada GoRiau.com, Kamis (18/2/2016).
Ia menjelaskan, Tengker merupakan gajah jantan yang suka bertarung. Tengker sangat sensitif saat didekati dan mau menyerang siapa saja yang mendekatinya. Untuk itu tim medis BBKSDA Riau, belum bisa mendekati gajah yang sakit, hingga saat ini.
"Saat ini gajah yang sakit itu, bersama kawanan gajah lainnya di sekitar PT Kojo Kecamatan Pinggir dan bergerak ke Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir. Tim pun kita pecah untuk lakukan pemantauan," ulas Amson.
Ia juga mengatakan, untuk membantu proses pengobatan 2 ekor gajah sakit, PLG Minas menurunkan dua ekor gajah jinak, yang bernama Indah (betina) dan Bangkin (jantan).
"Kita belum tahu sampai kapan pengobatan ini selesai. Kita pun terus berupaya agar pengobatan ini cepat dilakukan," tutup Amson mengakhiri pembicaraan.***