
BENGKALIS, GORIAU.COM -Lambannya berbagai proses pelelangan, pengumuman hingga penyerahan berita acara pelelangan di ULP Bengkalis, mendapat kritikan dari Gapeknas. Gapeknas menilai ULP yang baru terbentuk telah gagal, seharunya sebelum seluruh proyek dilelang melalui ULP harus ada ujicoba, apalah unit tersebut telah sanggup atau belum.
Ketua Gapeknas Kabupaten Bengkalis, Fitra Budiman kepada wartawan, Rabu (12/9/2012) menilai Unit Layanan Pelelangan Bengkalis gagal. Selain banyak carut maruk yang terjadi dalam proses lelang, sampai hari ini berita acara pelelangan tak kunjung diserahkan kepada satuan kerja perangkat daerah.
''Kita mempertanyakan kinerja ULP yang diketuai Aulia. Sampai hari ini berita acara pelelangan belum diserahkan kepada SKPD terkait. Banyak rekanan yang mengeluh karena kontrak belum bisa dibuat oleh dinas karena berita acara tersebut belum diserahkan. Sementara sudah ada rekanan yang berkerja, sampai 30 persen,'' ujar pria yang akrab disapa Budi ini.
Padahal menurut Budi, pengumuman pemenang sudah dilakukan sejak dua bulan lalu. Tapi anehnya, kenapa sampai sekarang berita acara hasil pelelangan tak kunjung juga diserahkan ke dinas terkait. Untuk itu ia meminta kepada Pemerintah Bengkalis, dalam hal ini Bupati untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja ULP.
''Kalau kita menilai ULP telah gagal. Selain banyak permasalahan dalam proses lelang, kinerja mereka juga lamban sehingga bisa berdampak terhadap proses pembangunan di Kabupaten Bengkalis,'' ujarnya.
Pada kesempatan itu Budi juga cukup menyayangkan kenapa Pemkab terlalu memaksakan tahun ini semua proyek di SKPD harus dilelang melalui ULP.
''Dampaknya seperti yang kita rasakan hari ini. Kinerja mereka tidak maksimal,'' sesal Budi.
Seharusnya, papar Budi, untuk tahun ini Pemkab melakukan uji coba dulu. Tidak seperti sekarang langsung melelang semua paket di setiap SKPD melalui ULP. “Sedangkan melalui SKPD masing-masing saja berdasarkan pengalaman kita selama ini, masih keteteran. Apalagi semua dinas lelangnya dilakukan satu pintu melalui ULP. Bisa kita bersamalah kondisinya hari ini,” keluh Budi. (jfk)