
PEKANBARU - Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau menjalin kerja sama strategis dengan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Riau untuk memfasilitasi program pendidikan jenjang Strata 1 (S1) dan Strata 2 (S2). Melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pengalaman kerja para praktisi perhotelan kini dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS), sehingga masa tempuh perkuliahan menjadi jauh lebih singkat.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor Unilak, Prof Dr Junaidi, SS, MHum dan Ketua DPD IHGMA Riau, Dwi Sutrisno di Hotel Jatra Pekanbaru, Senin (31/8/2026). Pada saat bersamaan, turut diteken Memorandum of Agreement (MoA) antara Wakil Rektor III Unilak, Dr Hardi, SE, MM dengan Dewan Pembina IHGMA, Bregas Yekti SE.
Adaptasi Pendidikan dan Industri Perhotelan
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Rektor Unilak mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara institusi pendidikan dan sektor pariwisata. Menurutnya, dinamika yang terjadi saat ini menuntut kedua belah pihak untuk terus beradaptasi dan membuka diri terhadap kebutuhan industri.
"Saat ini dunia pendidikan berubah, dunia perhotelan juga berubah. Tentu kita mesti beradaptasi dan berkolaborasi," jelasnya.
Ia menerangkan bahwa program RPL memberikan kemudahan bagi pengurus maupun anggota IHGMA Riau untuk menyelesaikan pendidikan tinggi dalam waktu yang lebih efisien. Jalur S1 yang normalnya ditempuh empat tahun bisa diselesaikan dalam dua tahun, sedangkan jenjang S2 dapat dirampungkan hanya dalam waktu satu tahun.
"Kenapa bisa cepat? Karena pengakuan keahlian dan kompetensi dari pengurus IHGMA Riau dapat dikonversikan ke dalam SKS mata kuliah," papar Junaidi.
Sinergi Akademik dan Praktisi
Selain kemudahan akses pendidikan jalur cepat, kerja sama ini juga membuka ruang bagi para ahli perhotelan untuk menjadi praktisi mengajar di kampus. Kolaborasi ini turut mencakup program magang bagi mahasiswa Unilak serta riset bersama guna mengembangkan industri perhotelan di Provinsi Riau.
Turut hadir menyaksikan sinergi ini Kepala Urusan Internasional dan Kerjasama Unilak, Associate Professor Nuraisal, beserta sejumlah General Manager (GM) dari Hotel Pangeran, Hotel Jatra Pekanbaru, Royal Asnof Hotel, Hotel Cokro, Alpa Hotel, dan New Hollywood Hotel.
Menyambut inisiatif tersebut, Ketua DPD IHGMA Riau, Dwi Sutrisno menilai kesepakatan ini sebagai langkah maju bagi pengembangan kompetensi pekerja perhotelan. Program RPL memberikan peluang bagi para manajer hotel yang selama ini sibuk di industri untuk kembali menyegarkan pengetahuan di dunia akademik.
"Menempati posisi GM di sebuah hotel bukanlah perjalanan singkat. Seseorang harus melewati berbagai pengalaman, kompetensi, serta pembelajaran. Pengalaman yang panjang tentu harus didukung pengetahuan akademik yang kuat. Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan tidak ada batasan untuk mengembangkan diri," ungkapnya. ***