PEKANBARU - Gaji pramudi Transmetro Pekanbaru sudah sering terlambat, uniknya pengelola beralasan ada masalah administrasi. Namun anggota DPRD Pekanbaru, Ruslan Tarigan menilai itu jawaban klasik, karena keterlambatan pembayaran gaji ini sudah sering terjadi.

''Keterlambatan itu sudah sering terjadi. Bukan sekarang saja. Kalau alasan masalah administrasi, nggak mungkin berulangkali,'' ujar anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Ruslan Tarigan.

Ia malah menilai selama ini manajemen pengelolaan bus TMP l tidak professional. "Manajemen tidak professional dalam mengelola keuangan sehingga mengalami kerugian. Ada kemungkinan juga karena banyak menempatkan orang yang tidak sesuai dengan bidangnya," katanya, Rabu (26/1/2022).

Karena manajemen yang semrawut, politisi PDI Perjuangan ini mengaku miris melihat kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Kota Pekanbaru ini.

Ruslan menyebutkan apa yang terjadi dengan TMP sekarang berbeda dengan ketika sebelumnya ketika TMP dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru, yang mana ketika dikelola oleh Dishub segala administrasi berjalan dengan baik.

"Saya kurang setuju dengan adanya PT TPM yang baru dibentuk ini, karena saya anggap ini notabenenya perampokan uang rakyat yang dilindungi korporasi," jelasnya.

Sebelumnya Walikota Pekanbaru, Firdaus mengakui, hal ini terjadi dikarenakan adanya permasalahan administrasi. Ia menjelaskan, sudah memanggil Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Manajemen PT Transportasi Pekanbaru Madani (TPM) selaku pengelola TMP yang baru. Dari keterangan keduanya, ada ketidaksesuaian kelengkapan administrasi diantaranya keduanya.

"Saya sudah tanya, manajemen bilang sudah ajukan. Tapi di BPKAD bilang belum bisa mencairkan karena ada berkas yang belum lengkap," ujarnya, Rabu (26/1/2022).

Oleh karenanya, ia meminta agar kedua instansi itu segera menyelesaikan persoalan itu. Apalagi, layanan bus TMP ini tidak hanya digunakan oleh warga Kota Pekanbaru, tetapi juga bagi tamu Pekanbaru dari luar kota.

"Kita juga akan assessment direksi PT TPM, agar pengelolaan lebih profesional. Sehingga masalah klasik ini tidak terulang lagi, karena bus TMP ini kita gunakan untuk tamu dari luar kota juga," jelasnya. ***