TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Cabang futsal Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Provinsi Riau mencatatkan rekor permasalahan terbanyak. Mulai dari venue yang pengerjaannya dikebut sepekan sebelum pelaksanaan, atap yang rampung hanya tiga hari jelang pertandingan, lapangan yang basah, adu jotos antar kontingen, dan tadi siang, Sabtu (8/9/2012) dari lapangan futsal juga melahirkan persoalan baru, semua wasit ditarik PSSI ke Jakarta.

Cabang futsal PON XVIII 2012 kembali mengalami penundaan Sabtu (8/9/2012, jika sebelumnya penundaan dikarenakan kondisi lapangan basah, kini batalnya pertandingan disebabkan wasit yang memimpin tidak ada di lapangan.

Pertandingan pertama yang seharusnya mempertemukan Papua melawan Sumatera Selatan, hingga pukul 09.00 WIB sesuai jadwal yang ditetapkan belum dimainkan. Saat itu, meja pengawas pertandingan maupun wasit kosong. Tak ada satupun aparatur pertandingan yang ada, termasuk panitia.

Tim Papua sendiri saat itu sudah melakukan pemanasan. Sementara dari kubu Sumatera Selatan belum terlihat di lapangan maupun ruang ganti pemain.

Seharusnya, berdasarkan jadwal seharusnya, Sabtu (8/9/2012) cabor futsal akan mempertandingkan Papua vs Sumatera Selatan, Jawa Barat vs Riau, Sumatera Barat vs Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah vs Gorontalo, Sumatera Utara vs Kalimantan Selatan dan DKI Jakarta vs Sulawesi Selatan.

Inspektur Wasit Cabang Olahraga Futsal PON XVIII Yuli Suratno di Indragiri Hilir, Sabtu (8/9/2012) mengatakan, para wasit pulang lantaran ada perintah dari Komite Wasit Nasional PSSI di Jakarta. Bukan karena kurang senangnya beberapa kontingen terhadap kepemimpinan wasit selama enam pertandingan hari pertama. Lebih dari 30 wasit dan perangkat pertandingan itu ditarik pulang oleh BFN, walau belum jelas alasan sebenarnya.

"Setelah kita mengadakan rapat pembahasan terkait penundaan pertandingan kemarin (Jumat), para wasit ini menyampaikan bahwa mereka semua harus kembali ke Jakarta, karena diperintahkan organisasinya untuk kembali," kata Afrizal, panitia bidang pertandingan Sub PB PON Inhil.

Dikatakan Afrizal lagi, "ditariknya" sebanyak 31 perangkat pertandingan futsal termasuk wasit tersebut, merupakan permasalahan internal di organisasi mereka. Artinya menurutnya, itu tidak ada kaitannya dengan kericuhan yang sebelumnya juga sempat terjadi saat laga antara tim Sumbar dan Sulsel.

Sampai berita ini diturunkan, tidak ada keterangan resmi soal kelanjutan pertandingan. Namun penarikan wasit cabang futsal ini bersamaan dengan cabang sepakbola yang kini seluruh wasitnya juga ditarik ke Jakarta. (ntl)