
PEKANBARU - Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Pekanbaru Robin P Hutagalung menekankan, pihaknya belum memberikan rekomendasi kepada para bakal calon walikota/wakil walikota Pekanbaru pada bursa Pilkada 2017. Pasalnya sejauh ini rekomendasi tersebut belum dikeluarkan oleh DPP, termasuk untuk calon incumbent, Firdaus MT.
Dijelaskan Robin, untuk mengeluarkan rekomendasi, masih banyak tahapan yang harus dilewati, sehingga partai belum dapat mengatakan siapa yang akan diberikan rekomendasi. Namun diakui sudah ada salah satu calon diberikan tugas mencari dukungan perahu koalisi dan bakal calon wakil sebagai pendamping.
"Karena memang rekomendasi bukan hanya dari PDIP, tapi semua partai terikat hingga tanggal 19 September 2016. Kami akan segera menurunkan dukungan tersebut nantinya," kata Robin Hutagalung di Pekanbaru, Sabtu (27/8/2016).
Rekomendasi DPP PDIP, ujarnya lebih lanjut, ada mekanisme yang mengatur dengan tepat. Tata cara pecalonan dan syarat-syarat dipenuhi oleh bakal calon PDIP, sehingga menjadi acuan untuk penentuan siapa yang akan mendapat rekomendasi tersebut.
"DPP tidak akan sembarangan mengeluarkan dukungan, tentu akan dilihat dari hasil assesment yang dilakukan pada calon sebelumnya ikut penjaringan, tes wawancara, kemudian laporan wajib kepada DPC untuk melakukan pemetaan politik," tukasnya.
"Persoalan di Pekanbaru ini, karena kami harus berkoalisi untuk mengusung calon, ini yang menyebabkan rekomendasi lama dikeluarkan. Karena itu DPP memberikan tugas agar calon yang siap untuk diusung mencari dukungan bersama partai, sekaligus mencari pasangannya," lanjut dia.
Pasangan dimaksud adalah calon dianggap mampu memenuhi kriteria antara lain punya sejarah dengan PDIP, diutamakan kader, atau tokoh di luar partai yang dianggap sangat memungkinkan untuk dicalonkan.
Robin menyangkal pemberitaan disampaikan oleh Bendahara DPD I PDIP Riau Makmun Solikhin yang menyebutkan dari banyak calon hanya Firdaus intens melakukan komunikasi ke DPP. Menurutnya, tidak satu pun calon yang sudah diusulkan ke DPP melakukan komunikasi politik.
"Itu tidak akan terjadi, karena ketentuan dari DPP bukan persoalan komunikasi, tapi cocok dan pantas sesuai kriteria yang diberikan. Jadi sampai saat ini semua calon punya peluang sama," tambahnya.
Ia menilai apa yang disampaikan Makmun merupakan pendapat pribadi dan bukan kebijakan dari partai. "Satu hal yang perlu saya tegaskan, berita yang berkembang disampaikan Makmun Solikhin, mungkin karena beliau terlalu sibuk, sehingga menginformasikan yang tidak valid. Saya yakin pak Kordias bisa marah. Saya selalu komunikasi dengan Pak Kordias. Saya yakin itu pendapat pribadi," ulasnya.
Ia bahkan menganggap apa yang diutarakan Makmun justru merusak citra pengurus DPC dan DPD, karena calon berkomunikasi langsung dengan DPP. Hal ini juga punya dampak buruk bagi Bakal Calon Walikota Firdaus.***