
PEKANBARU - Terinspirasi dari minimnya film Indonesia yang bercerita tentang budaya Sumatera Utara, seorang sutradara muda yang merantau ke Jakarta mencoba menuangkan kehidupan keluarga 'Batak' di masa moderen.
Memiliki empat orang anak yang sukses kuliah dan merantau jauh menjadi awal malapetaka kekacauan hubungan keluarga asal Sumatera Utara ini. Egoisme seorang ayah terhadap masa depan anak-anaknya membuat jarak yang memisahkan kerinduan ibunda yang melahirkan mereka.
Perpaduan kerasnya karakter di budaya Batak, dengan lelucon yang dibahasakan serta hubungan emosional sang ibu yang menyentuh batin siapa saja diolah sutradara sedemikian rupa dan mampu mengobrak -abrik hati penonton.
Film ini berhasil membuat penonton tertawa sekaligus menangis, karena terasa dekat dan personal, seperti pulang ke rumah. Seperti halnya yang diungkapkan oleh sang sutradara Bene Dion, bahwa menonton film ini di wilayah Sumatera, khususnya Pekanbaru membuatnya merasa pulang ke rumah.
"Ngeri Ngeri Sedap adalah film personal buat saya, ingin sekali bisa bercerita tentang kehidupan dan kebudayaan suku Batak, dan membuat gala premierfilm ini seperti pulang ke rumah," kata Bene Dion Rajagukguk sebagai sutradara di Pekanbaru, Rabu.
Tepat 2 Juni 2022 esok film ngeri-ngeri sedap resmi diluncurkan di seluruh Indonesia.
Gala Premiere di Jakarta, kru dan pemain film 'Ngeri Ngeri Sedap' melakukan roadshow di Sumatera yang diadakan sejak 27 Mei hingga 1 Juni 2022, Pekanbaru menjadi lokasi tujuan akhir roadshow di Sumatera.
Film perdana dari rumah produksi Imajinari yang bekerja sama dengan Visionari Film Fund ini diputar di CGV Holiday Pekanbaru.
Acara tersebut dihadiri oleh Bene Dion Rajagukguk sebagai sutradara, Lolox dan Tika Panggabean sebagai pemain, Oki Rengga akan ikut hadir menjadi pembawa acara di roadshow Film Ngeri Ngeri Sedap di Sumatera.
Kisah Keluarga Batak
"Ngeri Ngeri Sedap" merupakan karya pertama dari rumah produksi Imajinari. Film ini menyajikan cerita tentang keluarga Batak dengan empat orang anak yang pergi merantau dan sudah sukses dengan bermacam-macam profesi.
Namun di balik kesuksesan tersebut ada dua orangtua mereka yang masih tinggal di kampung, di tepian Danau Toba dan merindukan keempat anak mereka. Dengan berbagai konflik yang muncul, keluarga ini pun siap menghadirkan berbagai macam emosi untuk para penontonnya.
Disajikan sebagai film bergenre drama keluarga, Bene yang bertindak sebagai penulis mengatakan bahwa dia berharap film ini bisa membuat orang penasaran dengan kisah keluarga Pak Domu yang ceritanya dekat dengan para penontonnya.
"Keluarga Domu dari luar terlihat baik-baik saja, tapi apakah benar semua baik-baik saja? Pertanyaan seperti itu harapannya ditangkap oleh calon penonton dan membuat mereka tertarik untuk menantikan filmnya. Masalah yang terjadi di dalam keluarga Domu, pasti pernah terjadi di kehidupan kita," kata Bene dalam siaran resminya pada Kamis.
Cerita bermula ketika Pak Domu (Arswendi Bening Swara) dan Mak Domu (Tika Panggabean) yang tinggal bersama Sarma (Gita Bhebita), ingin sekali tiga anaknya yakni Domu (Boris Bokir), Gabe (Silolox) dan Sahat (Indra Jegel) yang sudah lama merantau pulang untuk menghadiri acara adat, tetapi mereka menolak pulang karena hubungan mereka tidak harmonis dengan Pak Domu.
Pak Domu dan Mak Domu akhirnya berpura-pura bertengkar dan ingin bercerai demi mendapatkan perhatian dari anak-anaknya.
Film ini dibintangi oleh Boris Bokir, Gita Bhebhita, Silolox, Indra Jegel, Tika Panggabean, Arswendi Bening Swara, dan Indah Permatasari. "Ngeri Ngeri Sedap" akan memanjakan mata dengan keindahan alam di sekitar Danau Toba. ***