PEKANBARU – Warga Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dibuat takjum melihat fenomena halo matahari bercincin. Sebab, meskipun fenomena optis ini umum terjadi, tapi untuk di Riau sangat jarang terjadi.

Dari pantauan GoRiau.com, fenomena matahari bercincin berlangsung sejak pukul 11.55 WIB hingga 12.03 WIB.

Forecaster BMKG Stasiun Pekanbaru, Ahmad Agus Widodo menjelang bahwa Halo adalah fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan, dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan.

Ada berbagai macam halo, tetapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus (biasanya cirrostratus) yang dingin yang berada 5–10 km atau 3–6 mil di lapisan atas troposfer.

"Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi," jelas Ahmad Agus Widodo kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (9/9/2022) sore.

Ia juga menjelaskan bahwa fenomena Halo ini umum dan normal terjadi.

"Bisa terjadi dimana saja selama cahaya matahari terhalang oleh awan cirrus atau cirrostratus. Sifatnya lokal pada wilayah tertentu saja, contohnya di Kuansing tersebut," jelasnya. ***