
PEKANBARU – Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, belum sepenuhnya puas meski timnya berhasil menutup putaran pertama Liga 2 Indonesia dengan kemenangan atas PSGC Ciamis. Kesalahan individual yang berujung gol cepat lawan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Askar Bertuah.
PSPS mengalahkan PSGC dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan kesembilan di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Minggu malam (8/11/2026). Kemenangan itu sekaligus mengantarkan PSPS ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 22 poin.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Akhyar mengakui timnya sempat melakukan kesalahan fatal pada menit-menit awal. Blunder di lini belakang membuat PSGC mampu mencuri keunggulan ketika pertandingan baru berjalan.
"Di menit kedua kita sempat kecolongan akibat kesalahan kita sendiri. Individual mistake saya pikir ini tidak boleh terjadi lagi. Ini sebenarnya sudah sering kita bicarakan, tetapi lagi-lagi terjadi," kata Akhyar.
Meski demikian, ia mengapresiasi respons para pemain setelah tertinggal. PSPS dinilai mampu mengambil alih kendali permainan dan membalikkan keadaan melalui gol Pramudya dan Antonio Gamaroni.
Akhyar mengatakan tim pelatih sebenarnya sudah mengantisipasi potensi kebangkitan PSGC. Menurut dia, kekalahan yang dialami PSGC dalam pertandingan sebelumnya justru membuat tim tamu berpotensi tampil lebih agresif untuk mencari hasil positif.
"Kita harus mewaspadai kebangkitan PSGC Ciamis. Kita tahu mereka baru saja mengalami dua kekalahan. Itu menjadi atensi kita dalam persiapan menghadapi PSGC," ujarnya.
Akhyar juga menanggapi anggapan bahwa PSPS masih kesulitan mencetak banyak gol. Ia menilai produktivitas timnya sejauh ini cukup baik jika melihat posisi PSPS sebagai salah satu tim paling produktif di kompetisi.
Ia menyebut PSPS merupakan tim kedua paling produktif setelah PSMS Medan. Namun, mencetak lebih dari dua gol dalam satu pertandingan bukan perkara mudah, terutama ketika menghadapi lawan yang menerapkan pertahanan rendah atau *low block*.
Menurut Akhyar, PSGC memperlihatkan pendekatan bertahan yang cukup rapat sehingga ruang bagi pemain PSPS untuk menembus pertahanan lawan menjadi terbatas.
"Kalau kita dibilang susah mencetak gol, kita bisa lihat di klasemen saat ini kita tim kedua terproduktif setelah PSMS Medan. Sebenarnya hampir setiap pertandingan kita mencetak gol," katanya.
Meski demikian, ia mengakui penyelesaian serangan di sepertiga akhir lapangan masih perlu ditingkatkan. Kehilangan bola ketika memasuki area tersebut menjadi salah satu aspek yang akan dievaluasi tim pelatih.
"Ketika kita berada di attacking third, memang potensi risiko kehilangan bola besar. Ini yang harus kita tingkatkan dan menjadi pekerjaan rumah bagi kami tim pelatih," ujarnya.
Akhyar juga menekankan pentingnya memperbaiki organisasi pertahanan agar PSPS tidak terus kehilangan kesempatan mencatatkan clean sheet akibat kesalahan-kesalahan kecil.
Menutup putaran pertama sebagai pemuncak klasemen tidak membuat Akhyar ingin berpuas diri. Ia menyebut pencapaian tersebut menunjukkan PSPS masih berada dalam jalur yang tepat, tetapi persaingan di grup mereka masih cukup ketat.
Tim pelatih, kata dia, berencana menambah sejumlah pemain berkualitas untuk memperkuat skuad menghadapi putaran berikutnya. Namun, ia mengakui proses mendapatkan pemain yang benar-benar sesuai kebutuhan tim bukan pekerjaan mudah pada periode jendela transfer.
"Pastinya kita ingin menambah beberapa pemain berkualitas. Itu tidak mudah, kita tahu ketika masuk di jeda transfer window ini. Mendapatkan pemain berkualitas yang sesuai kebutuhan kita juga belum tentu mudah," kata Akhyar.
Ia juga menyinggung peran Matheus Machado dalam pertandingan melawan PSGC. Akhyar mengaku secara khusus meminta pemain tersebut tampil lebih aktif dan bergerak lebih dinamis untuk membantu serangan setelah PSPS kebobolan pada menit awal.
Sebelum kembali menjalani pertandingan, para pemain rencananya akan mendapatkan jatah libur selama beberapa hari. Akhyar menilai masa istirahat diperlukan bukan hanya untuk memulihkan kondisi fisik, tetapi juga menjaga kesiapan mental pemain setelah menjalani rangkaian pertandingan.
"Setiap pemain juga butuh recovery mental, tidak hanya berbicara secara fisik. Pemain sudah bekerja cukup baik hingga sejauh ini. Kita ada di peringkat satu dan pencapaian ini cukup baik, tetapi perlu kita pertahankan dan terus tingkatkan," ujarnya.
Sementara itu, pencetak gol penyeimbang PSPS, Pramudya, mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil mencetak gol di hadapan publik Pekanbaru.
Pemain yang telah membela PSPS selama tiga musim tersebut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Pekanbaru dan Riau yang terus memberikan dukungan kepada tim.
Ia juga menyebut doa orang tua menjadi salah satu sumber motivasinya dalam menjalani karier sepak bola.
Gol tersebut menjadi momen penting bagi Pramudya, terlebih ia dipercaya tampil dan memberikan kontribusi bagi tim senior PSPS.
Dengan koleksi 22 poin, PSPS kini berada di posisi teratas klasemen sementara, unggul dua poin dari PSMS Medan yang mengoleksi 20 poin. Sementara PSIS Semarang berada di posisi berikutnya dengan 14 poin.
Bagi Akhyar, posisi puncak tersebut bukan alasan untuk berhenti berbenah. Perbaikan pertahanan, efektivitas penyelesaian akhir, dan penambahan pemain menjadi sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan PSPS sebelum menghadapi putaran berikutnya. ***