
PEKANBARU – PSPS Pekanbaru berhasil mengamankan tiga poin setelah menaklukkan PSGC Ciamis dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan kesembilan Liga 2 Indonesia, Minggu malam (8/11/2026), di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru.
Sempat tertinggal akibat gol cepat tim tamu, Askar Bertuah bangkit dan membalikkan keadaan melalui Pramudya serta Antonio Gamaroni. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan PSPS ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 22 poin.
PSPS dikejutkan oleh gol PSGC pada awal pertandingan. Blunder M Reza Kusuma ketika mencoba melepaskan operan jauh di lini belakang menjadi awal petaka bagi tuan rumah. Bola berhasil direbut Johan Bonilla yang kemudian melakukan gocekan sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Kiper PSPS, Juan Meka, gagal menghalau bola. PSGC pun unggul 1-0.
Tuan rumah mencoba merespons. Pada menit ke-15, Asir Aziz mendapatkan ruang terbuka di dalam kotak penalti. Ia melepaskan tembakan keras, tetapi bola masih mengarah tepat ke penjaga gawang PSGC, Yofandani Pranata.
Gol penyeimbang akhirnya hadir pada menit ke-23. Berawal dari tendangan penjuru Matheus Machado, Pramudya berhasil menyambut bola dengan tandukan yang tidak mampu diantisipasi kiper lawan. Skor berubah menjadi 1-1.
PSPS kemudian memperoleh hadiah penalti pada menit ke-34 setelah wasit melakukan peninjauan VAR. Ezechiel N'Douassel diduga melakukan handball ketika berusaha menghalau bola dalam situasi bertahan setelah sepak pojok.
Antonio Gamaroni maju sebagai eksekutor. Striker asal Brasil itu melepaskan tendangan tajam ke sudut kanan gawang. Meski arah bola sempat terbaca Yofandani, sepakan tersebut tetap berbuah gol.
PSPS berbalik unggul 2-1. Gol itu sekaligus menjadi gol kesembilan Gamaroni sepanjang musim ini.
Keberhasilan Gamaroni menuntaskan penalti menjadi catatan tersendiri. Sebelumnya, ia gagal mencetak gol dari titik putih ketika PSPS bermain imbang melawan Adhyaksa FC Bekasi pada 31 Oktober lalu. Dalam pertandingan Piala I.League menghadapi Bhayangkara FC, kepercayaan sebagai eksekutor penalti juga sempat diberikan kepada Matheus Machado oleh pelatih Akhyar Ilyas.
Memasuki menit ke-40, PSPS kembali mengancam melalui situasi bola mati. Umpan Matheus Machado dari sepak pojok berhasil disambut tandukan Gamaroni, tetapi bola masih dapat diamankan penjaga gawang PSGC.
PSGC sempat memperoleh peluang emas menjelang turun minum melalui tembakan keras dari luar kotak penalti. Juan Meka tampil sigap dan berhasil menggagalkan peluang tersebut. Wasit memberikan tambahan waktu lima menit sebelum mengakhiri babak pertama dengan keunggulan PSPS 2-1.
Memasuki babak kedua, PSPS tetap mempertahankan pendekatan permainan dengan garis pertahanan tinggi dan tekanan agresif atau gegenpressing. Tuan rumah juga mengandalkan skema buildup melalui sektor sayap untuk membongkar pertahanan PSGC.
Pada menit ke-48, Ezechiel N'Douassel diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Matheus Machado ketika berusaha merebut bola.
PSPS memperlihatkan aliran bola yang cukup cair pada awal babak kedua. Kombinasi operan satu-dua atau one-two pass beberapa kali diperagakan Matheus Machado bersama Ilham Syafri ketika membangun serangan dari lini belakang.
Skema tersebut menjadi salah satu cara PSPS keluar dari tekanan lawan. Pergerakan antarpemain membuat PSGC beberapa kali kesulitan membaca arah serangan tuan rumah.
Namun, memasuki menit ke-60, belum ada tambahan gol dari kedua kesebelasan. PSPS memang mampu membangun serangan dengan cukup baik dari lini belakang hingga mendekati kotak penalti lawan. Persoalannya terletak pada penyelesaian akhir.
Sejumlah peluang melalui umpan silang Asir Aziz dari sisi kiri maupun Vieri Donny dari sektor kanan belum mampu dikonversi menjadi ancaman yang benar-benar berbuah gol.
Memasuki menit ke-80, Akhyar Ilyas melakukan penyegaran dengan menarik Asir Aziz dan memasukkan Hamzah Deva. Sementara Vieri Donny digantikan Natanael Siringoringo.
Pergantian dua pemain di sektor sayap tersebut diharapkan mampu memberikan energi baru untuk menekan pertahanan PSGC pada sisa pertandingan.
Benar saja, PSPS kembali memperoleh peluang berbahaya pada menit ke-83. Matheus Machado mencoba peruntungan melalui tembakan keras dari luar kotak penalti. Yofandani masih mampu menepis bola, tetapi rebound langsung disambut Hamzah Deva. Sayangnya, tembakan Hamzah masih melebar dari sasaran.
Hanya berselang satu menit, PSPS kembali mengancam. Dimas Wicaksono berhasil melewati seorang pemain lawan dari sektor kanan sebelum melepaskan tembakan ke arah gawang. Namun, lagi-lagi Yofandani tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan.
Dalam rentang dua menit, penjaga gawang PSGC tersebut mencatatkan dua penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang tambahan PSPS.
Wasit memberikan tambahan waktu tiga menit. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada perubahan skor. PSPS Pekanbaru memastikan kemenangan 2-1 atas PSGC Ciamis.
Kemenangan melalui comeback tersebut membawa PSPS Pekanbaru mengoleksi 22 poin dan menduduki posisi puncak klasemen sementara.
PSMS Medan membayangi di peringkat kedua dengan 20 poin, sedangkan PSIS Semarang berada di posisi berikutnya dengan koleksi 14 poin.
Sekitar 8.000 penonton menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Kaharuddin Nasution. Dukungan publik Pekanbaru menjadi bagian dari kemenangan penting Askar Bertuah dalam persaingan menuju papan atas kompetisi. ***