
JAKARTA - Jagat maya diramaikan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan deretan panjang motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Kendaraan operasional yang bernilai puluhan juta rupiah per unitnya ini dipersiapkan untuk para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pembuat konten dalam video viral tersebut menarasikan bahwa terdapat 70 ribu unit motor yang dialokasikan khusus untuk wilayah Jawa Barat. Berdasarkan penelusuran spesifikasi, kuda besi bertenaga listrik itu identik dengan merek Emmo model JVX GT. Motor bergaya trail dan adventure ini dirancang tangguh untuk melibas medan jalan raya maupun jalur offroad.
Motor ini dibekali tenaga 7.000 W dengan jarak tempuh mencapai 70 kilometer, sangat ideal untuk perjalanan harian dan aktivitas outdoor. Sumber tenaganya berasal dari baterai berkapasitas 72v 31Ah yang kompatibel untuk penggunaan dua baterai dan mudah dilepas pasang. Teknologi fast charging yang disematkan memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu satu jam. Harga satu unit kendaraan listrik canggih ini dibanderol mencapai Rp56,8 juta di situs resminya.
Menanggapi kehebohan publik, Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi langsung terkait pengadaan aset negara tersebut.
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).
Pihaknya memastikan bahwa puluhan ribu motor listrik tersebut saat ini belum didistribusikan ke daerah mana pun. Seluruh armada yang telah tiba di gudang harus melewati tahapan administrasi pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum sah digunakan untuk operasional petugas di lapangan. Proses realisasi pengadaan kendaraan ini sendiri dikabarkan sudah dimulai secara bertahap sejak Desember 2025.
"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya.
Dadan juga dengan tegas membantah narasi menyesatkan dalam video yang menyebutkan pengadaan mencapai 70 ribu unit hanya untuk satu provinsi.
"Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025," urainya mengakhiri spekulasi liar di tengah masyarakat.***