TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Selama enam hari melakukan kunjungan reses di daerah pemilihannya Indrgiri Hilir, Riau, Wakil Ketua Komisi C DPRD Riau H. Musyaffak Asikin mengaku mendapatkan laporan ada dua jembatan yang ambruk. Keduanya yakni jembatan Parit Landang, Desa Kota Baru Siberida dan jembatan Tuan Brack Kota Baru Reteh di Kecamatan Keritang.

Musyaffak mengatakan, dengan ambruknya jembatan menghambat perekonomian warga setempat. Rata-rata kondisi jembatan dan jalan di wilayah ini sangat memprihatinkan. H. Musyaffak berharap hal tersebut menjadi perhatian serius pihak terkait, terutama Pemerintah Provinsi Riau.

"Jembatan ini usianya sudah cukup tua sekitar 20 tahun lebih. Makanya sampai runtuh begini. Seharusnya Pemprov melalui dinas terkait aktif turun ke lapangan, supaya mereka tau. Jangan sampai nanti sudah ada korban baru turun," kata H. Musyaffak kepada GoRiau.com, Minggu (16/8/2015).

H. Musyaffak menyebutkan, selain itu juga ada jembatan sepanjang 250 meter yang melintasi sungai Reteh butuh perhatian segera karena sangat tidak memungkinkan untuk dilintasi.

"Jembatan ini selama 5 tahun masyarakat yang merawat jembatan itu dengan cara swadaya melalui sumbangan para pengguna jalan. Namun rasanya kurang etis. Anggaran kita di provinsi itu ada. Harapan kami kepada Pelaksana tugas Gubernur Riau agar segera memerintahkan instansi terkait dalam hal ini Kepala Dinas Bina Marga turun meninjau ke lapangan," lanjuitnya.

Dengan kunjungan ini sekaligus meninjau proyek yang dianggarkan melalui APBD Riau 2014-2015, karena ada beberapa kegiatan yang masih belum dikerjakan sampai saat ini. Bahkan ada proyek yang sedang dikerjakan tidak berkualitas.

"Saya minta Kadis Bina Marga jangan hanya duduk di kantor saja, lakukan cross chek ke lapangan. Saya siap mendampingi kapan saja mau turun. Kalau tidak ganti saja Kadisnya itu," kesal dia.(rul)