PEKANBARU - Tumpukan material sisa bangunan lapak masih menghiasi tepian Jalan HR Soebrantas, tepat di depan Swalayan Budiman, Senin (15/6/2026). Kawasan tersebut tampak lebih lapang usai penertiban pedagang kaki lima enam hari silam, namun sisa-sisa keadaannya belum sepenuhnya tuntas dibersihkan.

Berbagai potongan kayu bekas, plastik terpal, hingga kardus dibiarkan berserakan di area yang dulunya menjadi tempat mengais rezeki puluhan pedagang. Sebagian pedagang sebenarnya sudah berinisiatif membongkar sendiri lapak mereka usai menerima teguran resmi.

Seorang pedagang terdampak, Rahmat menceritakan bahwa ia memilih menyelamatkan barang dagangannya setelah mendapat surat dari pemerintah daerah setempat sebelum petugas datang.

"Yang kami terima secara resmi hanya surat peringatan dan pemberitahuan penertiban. Kalau soal isu Budiman itu kami hanya dengar dari sesama pedagang," ujarnya.

Di tengah proses pembersihan yang masih menyisakan puing ini, terselip spekulasi di kalangan warga. Rahmat menyebut letak lapak mereka yang persis di area depan bangunan komersial memicu tanda tanya mengenai alasan utama penggusuran.

"Kami dengarnya seperti itu. Tapi tidak ada yang bisa memastikan apakah memang ada kaitannya atau tidak," urainya menanggapi kabar penataan khusus untuk bangunan baru tersebut. ***