PEKANBARU - Kehadiran embarkasi antara Riau mendatang, diyakini mampu menghemat sektor pengeluaran dari total keseluruhan jemaah haji hingga mencapai Rp25 miliar. Selama ini, para jemaah haji Riau harus berangkat menuju Embarkasi Batam terlebih dulu sebelum transit di Madinah dan menuju Jeddah.

"Ketika embarkasi antara di Riau diberlakukan, kita bisa menghemat biaya jemaah hingga Rp25 miliar," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Riau, Ahmad Supardi kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (10/11/2016).

Menurut hitung-hitungan Kakanwil Kemenag Riau ini, sebelumnya calon jemaah haji harus merogoh kocek kurang lebih Rp5 juta untuk biaya pemberangkatan ke embarkasi Batam. Sehingga, ketika diperkirakan ada sekitar 5.000 calon jemaah haji akan diberangkatkan pada tahun 2017 mendatang, maka ada sekitar Rp25 miliar biaya yang berhasil dihemat.

Melihat efisiensi keberadaan embarkasi antara tersebut, Kakanwil Kemenag Riau semakin bersemangat untuk menuntaskan segala penghambat realisasi embakarsi tersebut.

"Kendalanya soal asrama haji dan runway bandara. Itu bisa diatasi. Kita juga punya sebelas kloter yang siap diberangkatkan setiap tahunnya. Ini sudah melebihi syarat embarkasi sebanyak lima kloter," terangnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau, Syahrial ketika ditemui di tempat terpisah menegaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air (Ciptada) untuk segera menuntaskan pemenuhan fasilitas rusunawa.

"Dinas Ciptada sudah kita minta untuk segera meningkatkan fasilitas rusunawanya, supaya daya tampungnya bisa ditempati oleh sekitar 900 jemaah atau sekitar dua kloter sekaligus," tandasnya. ***