TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Sejumlah tokoh masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing) seperti H Hasanusi JS, Prof Dr Suardi MS, Prof Ir H Aras MUlaydi, Drs.H Ruspan Aman, Drs. Raja Ilyas Aman, dr H Taswin Yakub serta ratusan sesepuh Kuansing di Pekanbaru sangat merespon komitmen Pemkab Kuansing dalam membangun 3 Pilar Pembangunan antara lain Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS), pasar tradisional berbasis modern dan Hotel yang akan dilaksanakan tahun 2014 ini.

H Hasanusi,JS kepada wartawan di sela ekpsos Pembangunan 3 PIlar di Hotel Pangeran Sabtu malam mengatakan, sudah selayaknya Kuansing punya universitas sendiri yang refresentatif, serta komponen penunjang lainnya.

Hal senada diungkapkan Prof Aras Mulyadi yang juga Pembantu Rektor Universitas Riau. Menurutnya, daerah yang akan maju tidak hanya butuh sumberdaya alam yang besar saja. Tapi juga harus ditopang oleh SDM yang berkualitas. Nah salah satu jenjang ketersediaan SDM berkualitas adalah adanya universitas, kata Aras Mulyadi. Karena itu, terobosan yang dilakukan Pemkab Kuansing khususnya Bupati, H Sukarmis bersama DPRD dan komponen di Kuansing sangat baik untuk kemajuan Kuansing ke depan, tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan H Taswin Yakub, dimana menurutnya, bupati diharapkan meninggalkan sejarah yang besar dalam kepemimpinannya. Salah satunya kehadiran universitas di Kuansing yang akan dikenang orang sepanjang masa. Tidak semua masyarakat berkemampuan untuk mengejar pendidikan tinggi yang jauh. Maka dengan tersedianya universitas di Kuansing, akan memudahkan masyarakat sehingga tak jauh lagi pergi menimba ilmu, cetusnya.

Lainya halnya dengan Drs Raja Ilyas Aman, Dosen Fisipol UNRI itu menegaskan adanya pasar yang refresentatif menunjukkan perekonomian di Kuansing tumbuh dengan baik. Begitu juga hadirnya sarana lain, seperti hotel memberikan sinyal bahwa Kuansing sudah mulai dilirik banyak kalangan. Namun kalau ada pro kontra tentang rencana pembangunan 3 pilar itu biasa, dan merupakan tantangan bagi Pemkab Kuansing untuk terus maju karena tanpa koreksi atau kritik, itu juga tidak baik.

Namun kalau ada yang justru pesimis dan mendiskreditkan pemerintah tanpa solusi, itu ciri-ciri orang tidak mampu. Menurutnya, seluruh elemen di Kuansing sudah jeli dalam menatap masa depan, termasuk DPRD apalagi Bupati H Sukarmis bersama jajarannya, kata Raja Ilyas Aman.

Karena itu, adanya kritikan dari kelompok seperti Aliansi Mahasiswa sebagaimana tertera di salah satu media online tidak berdasar. Kalau mau komentar lakukan debat terbuka, sehingga bisa menjadi catatan bagi pemerintah. Juga harus berimbang sehingga orang melihat lebih kontruktif, tandasnya.

Sementara itu Bupati Kuansing, H Sukarmis seperti disampaikan Kasubag Humas Hevi H Antoni,S.Sos menyebutkan, adanya kegiatan ekpos 3 PIlar bersama tokoh Kuansing di Pekanbaru menunjukkan Pemkab komit untuk menerima masukan. Menurut Sukarmis, pembangunan 3 pilar sudah dirancang sejak lama. Namun karena APBD Kuansing terbatas, maka baru sekarang dllaksanakan. Sejak lama Kuansing sudah punya SMA Pintar, dan dalam memberikan layanan pendidikan lebih baik, Pemkab membangun universitas sebagai tindak lanjutnya sehingga warga kurang mampu tidak sulit lagi menimba ilmu hingga ke perguruan tinggi, tegasnya.

Sebab itu, menurut Hevi, komentar di media online yang disampaikan sejumlah pihak kurang etis. Apalagi tidak didukung oleh data dan komentar yang balance. Sampaikan komentar dan saran itu kepada pemerintah sehingga bisa disikapi karena Pemkab Kuansing sudah membuka ruang seperti ekspos yang telah berlangsung. Karena itu Hevi menyayangkan sikap tidak jantan sejumlah kalangan yang tidak berani beragumen serta memberikan solusi yang konstruktif, tegas Hevi. ***