
PEKANBARU – Kondisi makro ekonomi Provinsi Riau menunjukkan tren positif dengan pencapaian investasi menembus angka belasan triliun rupiah. Perkembangan ini membuka ruang besar bagi para pengusaha muda untuk mengambil peran strategis dalam mengelola potensi daerah dan mendatangkan investor.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengungkapkan perekonomian Riau tumbuh sebesar 4,79 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto menembus Rp1.201,38 triliun. Capaian ini menempatkan Riau di peringkat keenam penyumbang PDRB terbesar di Indonesia atau kedua terbesar di luar Pulau Jawa.
"Realisasi investasi pada triwulan pertama mencapai Rp12,85 triliun, kami menawarkan potensi yang ada agar pengusaha bisa berkolaborasi dan mendatangkan ekspor," terang Syahrial, Selasa (5/5/2026).
Ia memaparkan rencana tata ruang melalui dua kawasan utama, yakni Wilayah Pengembangan Bernilai di Dumai, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu, serta Wilayah Pengembangan Gasing di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Fokus utama pembangunan diarahkan pada peningkatan konektivitas infrastruktur jalan, perluasan ekonomi inklusif, dan perbaikan lingkungan hidup.
Pertumbuhan tersebut juga berdampak langsung pada indikator sosial Riau. Tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga berada di level 4,06 persen, sementara tingkat kemiskinan turun menyentuh 6,30 persen.
Ketua Umum BPD HIPMI Riau, Migo Mufartha, menegaskan kesiapan para pengusaha muda untuk merespons peluang investasi dan pengembangan wilayah tersebut.
"Kita bisa melakukan pengembangan terkait distribusi untuk mendukung program pemerintah seperti makanan bergizi gratis, serta mencari peluang agar pesisir Riau juga bisa hidup," tambahnya. ***