PEKANBARU, GORIAU.COM - Tak tahu mana yang benar. Yang jelas polemik pencairan dana ke KPU Riau untuk Pilgubri 2013 membuat panas hubungan Pemprov dan KPU Riau. Tapi KPU Riau mengaku sampai hari pelaksanaan launching pihaknya tidak diberitahu soal transfer dana Rp73 miliar ke rekening KPU Riau.

"Kami baru tahu hari ini, Kamis (14/2/2013). Memang dari data rekening, saya lihat masuknya pada hari Selasa (12/2) lalu. Tetapi, saat itu saya dan jajaran lainnya di KPU Riau ini tidak mengetahui kalau ada dana yang masuk ke rekening karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari pihak Keuangan Setdaprov Riau. Kalau adakan tentu kami tidak berhutang untuk melaksanakan acara launching tahapan Pilgubri,'' tegas Ketua KPU Riau, Tengku Edi Sabli saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/2/2014).

Menurut Edi, jika pihaknya tahu sudah ada pencairan dana dari Pemprov Riau, tentunya KPU tak mau ribu-ribut sebelum lauching. Dan karena tak ada pencairan atau pemberitahuan sudah ada transfer itu pula, pihaknya terpaksa berhutang untuk acara launching tahapan Pilgubri di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (13/2/2013).

Namun tokoh masyarakat Kabupaten Pelalawan ini pun mengatakan ''sebenarnya dana sebesar Rp73 miliar yang ditransfer ke rekening KPU Riau tidak memadai. Sebab, sesuai kesepakatan dana di dalam APBD 2013 itu sebesar Rp250 miliar, makanya kita minta segera dicairkanya sisa itu''.

"Dana sebesar Rp73 miliar itu kurang memadai. Sebab, puncak kebutuhannya dana untuk Pilgubri ini paling tidak pada bulan ini cair semuanya. Dana itu sudah dibutuhkan pada tanggal 4 Maret 2013. Karena itu, kami meminta perhatian Biro Keuangan untuk mencairkan agar Pilgubri 2013 bisa berjalan sukses," katanya. (rdi)