DUMAI, GORIAU.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai menyebutkan kondisi endemisnya kawasan Dumai terhadap penyakit HIV/AIDS berpotensi menjadi sumber penyebaran terhadap daerah lain.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai Marjoko Santoso kepada GoRiau.com Kamis (5/12/2013) mengungkapkan beberapa faktor penularan terbesar penyakit DBD melalui sumber penderita yang mentranfusi gigitan nyamuk keberbagai manusia disekitarnya.
Banyak hal yang menjadi faktor pemicu, diantaranya penyebaran dari penderita dan keluar daerah maka secara tidak langsung penderita itu menyebarkan kekawasan-kawasan yang dikunjungi sipenderita.
"Jika serentak menerapkan 3 M plus dikawasan pemukiman maka meminimalisir terjangkit DBD," ungkapnya.
Diungkapkan Marjoko, melalui transisi gigitan nyamuk yang berpindah-pindah kedaerah lain dibawa oleh sipenderita maka akan memicu penularan dari bekas gigitan satu nyamuk kepada manusia yang berbeda-beda.
Tahun 2004 kata Marjoko, Dumai sempat zero penderita DBD, namun saat ini ada lima kecamatan yang endemis terhadap penyakit DBD, dimana kelima kawasan tersebut tidak pernah zero penderita DBD.(egy)