PEKANBARU - Meski dibangun dengan anggaran yang sangat besar dan menyeret sejumlah orang ke dalam kasus korupsi, namun ternyata Stadion Utama Riau yang berada di Jalan Naga Sakti saat ini terbengkalai.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Riau, Sugeng Pranoto berharap supaya pemerintah bisa mengoptimalkan bangunan ini untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga tidak mubazir seperti sekarang.

Dengan adanya covid-19, menurut Politisi PDIP ini, harusnya menjadi momen bagi Pemprov untuk membenahi venue yang dipakai saat Pesta Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2012 lalu ini.

"Jadi, mumpung masih sepi, mari dibenahi, jadi ketika Covid berlalu nanti, dia sudah siap pakai. Jangan dibiarkan terus seperti ini," kata Legislator Dapil Inhu-Kuansing ini, Senin (1/2/2021).

Diakui Sugeng, kondisi stadion saat ini jauh dari kata layak, sehingga memang diperlukan sentuhan tangan dari pemerintah. Namun, sampai hari ini, Sugeng melihat belum ada tindaklanjut dari pemerintah terhadap kondisi stadion ini.

"Saya pernah dengar kabar, beberapa bagian sudah dibenahi, tapi pembenahan itu tidak sepenuhnya, artinya belum bisa kembali seperti fungsi semula," ujarnya.

Kalau stadion ini bisa kembali ke fungsi semula, Sugeng yakin banyak event-event kelas nasional atau bahkan internasional yang bisa dilaksanakan di stadion tersebut. Sehingga, ada nilai ekonomis yang bisa diambil dari event tersebut.

Terkait adanya wacana dari Pemprov untuk menggandeng pihak ketiga, Sugeng mengaku tidak masalah, tapi Pemprov harus membawa investor tersebut ke DPRD Riau, dan harus menjelaskan apa strategi mereka dalam mengelola aset yang dibangun oleh Pemprov era Rusli Zainal ini.

"Jangan wacana terus, tapi tidak ada ujungnya. Bawa kesini dan kita akan beri pertanyaan, termasuk keuntungan dan kerugian yang akan didapatkan Pemprov. Aset ini harus dimaksimalkan, lahan kosong saja bisa bernilai tinggi apalagi bangunan yang megah begini," tutupnya.***