
PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong percepatan swasembada pangan sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pemanfaatan lahan seluas 320 hektare yang didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Hal ini disampaikan oleh perwakilan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pekanbaru, Waldi, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Awal Forum Koordinasi Pembangunan Daerah (FKPD) yang berlangsung di Lantai 6 Perkantoran Wali Kota Tenayan Raya, Selasa (25/2/2025).
"Program swasembada pangan sedang berjalan di Pekanbaru. Saat ini kita memiliki 320 hektare lahan yang didanai dari CSR dan sudah mulai dikelola," ujar Waldi.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, sekitar 7 hingga 11 hektare lahan telah ditanami, dan dalam waktu dekat, akan dilakukan penanaman tambahan seluas 5 hektare di kawasan agrowisata.
"Sebagai mitra pemerintah, kami mengikuti kebijakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Program ini harus terus berjalan agar Pekanbaru semakin mandiri dalam produksi pangan," tambahnya.
Namun, Waldi juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap harga jual hasil panen petani. Menurutnya, peran Bulog sangat krusial dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan petani mendapatkan keuntungan yang layak.
"Setelah 320 hektare ini tertanam dan mulai berproduksi, kami berharap pemerintah memperhatikan harga yang diterima petani. Bulog harus berperan aktif dalam menyerap hasil panen agar petani tidak merugi," tegasnya.
Dengan program ini, Pekanbaru diharapkan dapat mempercepat realisasi swasembada pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui kebijakan yang mendukung harga jual hasil pertanian. ***