BAGANSIAPIAPI – Jalan lintas Sinaboi-Bagansiapiapi tepatnya di RT 12/RW 03 Kepenghuluan Serusa, Kecamatan Bangko, mengalami kemacetan total pada Senin (24/2/2025) malam. Kemacetan ini disebabkan oleh ambruknya semenisasi box culvert yang menjadi penghubung utama antara Bagansiapiapi dan Sinaboi.

Akibat insiden ini, antrean panjang kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa dihindari. Puluhan kendaraan berbagai jenis terpaksa berhenti karena tidak dapat melintasi box culvert yang rusak.

Meskipun begitu, kendaraan roda dua dan pejalan kaki masih bisa melewati jalan tersebut dengan cara bergantian atau didorong.

Melihat kondisi ini, warga sekitar berinisiatif membangun jembatan darurat di atas box culvert yang ambruk. Mereka menebang pohon kelapa dan menyusunnya di atas jalan yang rusak agar tetap bisa dilewati, meskipun hanya sementara.

Saat warga bergotong royong memperbaiki jalan, para pengemudi mobil dan pengendara motor dari arah Sinaboi maupun Bagansiapiapi harus mengantre menunggu giliran melintas.

Ketua RT 12 Serusa, Syafri, mengungkapkan bahwa box culvert ini sebelumnya juga pernah ambruk dan telah diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Riau. Namun, dalam beberapa hari terakhir, jalan kembali rusak akibat sering dilintasi kendaraan dengan muatan melebihi tonase.

"Beberapa waktu lalu sudah pernah ambruk dan diperbaiki oleh PUTR Provinsi. Tapi Senin (24/2/2025) kemarin, ambruk lagi," ujar Syafri, Selasa (25/2/2025).

Ia menambahkan bahwa jika warga bersama-sama memperbaikinya dengan menggunakan delapan batang pohon kelapa dan besi, jalan tersebut diyakini akan lebih tahan lama.

"Kita bisa beli pohon kelapa atau kayu untuk memperbaiki secara swadaya sambil menunggu perbaikan dari pemerintah," tambahnya.

Tokoh muda Kecamatan Sinaboi, Aslar Harianto, berharap pemerintah segera memperbaiki box culvert yang rusak ini karena merupakan akses vital bagi masyarakat.

"Jalan ini merupakan jalur utama menuju dan dari Sinaboi. Jika tidak bisa dilalui, distribusi sembako dan kebutuhan lainnya ke Sinaboi akan terhambat. Kami berharap ini segera diperbaiki," tegas Aslar Harianto.

Sebagai informasi, jalan lintas Bagansiapiapi-Sinaboi merupakan satu-satunya akses transportasi darat yang bisa digunakan masyarakat setelah layanan transportasi laut antara Sinaboi dan Bagansiapiapi dihentikan. ***