
PEKANBARU – Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto, mendukung rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang ingin membangun jembatan diatas laut untuk menghubungkan Pulau Bengkalis dan Pulau Padang di Kepulauan Meranti.
Dikatakan Hardianto, sebagai wakil rakyat Dapil Bengkalis, Dumai dan Kepulauan Meranti ini, dia sangat menyambut baik setiap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Tapi tentunya janji pembangunan juga tidak boleh diterima begitu saja.
"Kami sebagai representasi masyarakat Riau tentu akan menjadi benteng, menjadi filter, bagi rakyat Riau, kita menyaring semua informasi. Artinya, jangan sampai jembatan yang panjangnya 1,5 km ini jadi angin surga, masyarakat tak menikmati," ujarnya, Selasa (19/4/2022).
Hardianto mengaku heran, kenapa Dinas PUPR selaku pihak yang secara teknis mengurus pembangunan ini sudah bicara jembatan 1,5 km di saat kondisi keuangan sedang sulit.
Politisi Gerindra ini mengungkapkan bahwa dirinya sampai hari ini tidak pernah melihat studi kelayakan yang dilakukan oleh Dinas PUPR, termasuk memastikan bahwa jembatan itu prioritas atau tidak.
"Kalau itu memang masuk prioritas itu harus disegerakan, tapi kan kita harus lihat juga variabel-variabelnya, berapa banyak lalu lintas masyarakat yang melintas disana dan variabel lainnya, sampai sekarang terus terang saya belum lihat," terangnya.
Sebagai informasi, di tahun 2022 ini Pemprov Riau tengah melelang Detail Engineering Design (DED) terhadap pembangunan jembatan yang menghubungkan Kepulauan Meranti dan Bengkalis ini.
Jika belajar dari pembangunan Jembatan Teluk Kendari dengan total 1,34 Km, lanjut Hardianto, membutuhkan biaya sekitar Rp 800 miliar. Tentunya, pembangunan jembatan di Riau bisa melebihi angka tersebut.
Di zaman pemerintahan Rusli Zainal dulu, katanya, Pemprov Riau memang membangun jembatan karena kondisi keuangan yang selalu surplus, bahkan mencapai belasan triliun.
"Hari ini APBD Riau hanya Rp 8,6 T, tahun depan mungkin akan kecil lagi karena sesuai UU HKPD, pajak kendaraan bermotor porsinya akan lebih banyak ke kabupaten, bukan ke kabupaten, itu kita sudah kekurangan dana dari sana nanti," tuturnya.
"Saya bukan tak mendukung, saya bahkan sangat sangat mendukung, tapi kita harus pertimbangkan keuangan juga, kalau berharap APBD Riau, saya pastikan itu tak akan bisa. Karena kan tidak mungkin APBD Riau hanya dihabiskan untuk itu, kita kan harus berbagi juga dengan kabupaten kota lain," tutupnya. ***