PEKANBARU - PTPN IV PalmCo membuktikan komitmen nyata dalam mendukung program mandatori biodiesel B50 dan menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional. Langkah ini diwujudkan lewat penguatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta lonjakan serapan Tandan Buah Segar (TBS) petani yang menembus angka 1,73 juta ton, menjadikannya sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan bagi para petani sawit.

Dukungan terhadap ketahanan pangan dan pasokan energi nabati ini ditegaskan saat kunjungan lapangan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Adolina PTPN IV Regional 2 di Kabupaten Serdang Bedagai. Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi langsung oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, Rabu (15/7/2026).

Menjaga Keseimbangan Pangan dan Energi

Dalam kesempatan tersebut, Heru Tri Widarto menegaskan bahwa perusahaan perkebunan pelat merah ini memegang posisi krusial dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan kemandirian energi nasional. Menurutnya, implementasi B50 membutuhkan pasokan Crude Palm Oil (CPO) domestik yang kuat dan stabil melalui kemitraan yang sehat.

"Kami mengapresiasi peran PTPN IV PalmCo yang menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas sawit rakyat dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan dan dukungan terhadap program energi nasional," ujar Heru Tri Widarto di hadapan kelompok tani sawit.

B50 Dongkrak Penyerapan CPO Domestik

Kebijakan Biodiesel B50 yang digulirkan pemerintah mewajibkan pencampuran 50 persen solar fosil dengan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis sawit. Regulasi ini diproyeksikan mampu menyerap tambahan sekitar 1 hingga 2 juta ton CPO domestik per tahun, yang sekaligus memangkas ketergantungan pada impor bahan bakar minyak.

Hingga Juni 2026, PTPN IV PalmCo sukses memproduksi 1,29 juta ton CPO berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng curah dan bahan baku energi. Tidak hanya itu, sepanjang tahun 2025 lalu, korporasi ini telah menyerap 3,26 juta ton TBS dari kebun rakyat. Memasuki pertengahan tahun ini, volume serapan kembali meroket hingga 1,73 juta ton, dengan kontribusi pasokan dari petani mencapai 30 persen dari total bahan baku industri.

Empat Pilar Pemberdayaan Petani

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa menjelaskan bahwa momentum implementasi B50 ini menjadi katalisator utama untuk mendongkrak produktivitas perkebunan milik masyarakat secara inklusif.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI kepada PTPN IV PalmCo. Dukungan tersebut semakin memperkuat komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap peningkatan kebutuhan energi nasional juga menciptakan peningkatan kesejahteraan bagi petani," ungkap Jatmiko Krisna Santosa.

Guna mencapai target efisiensi tersebut, manajemen menerapkan empat program unggulan kelapa sawit rakyat, yakni sistem manajemen terpadu (single management), penyediaan bibit unggul bersertifikat, skema kemitraan swadaya (offtaker), serta modernisasi kelembagaan lewat koperasi.

Langkah hilirisasi komoditas ini kian kokoh melalui kolaborasi riset strategis bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember dalam mengembangkan inovasi bensin sawit, sebagai bagian dari diversifikasi produk hilir bernilai tinggi dan penguatan ekosistem energi terbarukan di tanah air. ***