SELATPANJANG - Sudah dibersihkan malah dikotori lagi dengan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Meranti, sesalkan sikap pengurus kelenteng (rumah ibadah).

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Irmansyah melalui Kabid Kebersihan Husni Mubarak, Jumat (31/1/2020). memaparkan kalau pihaknya memang sengaja tidak membersihkan secara menyeluruh, dikarenakan pengurus kelentengnya, kurang perhatian terhadap petugas kebersihan.

"Begitu juga sampah sampah yang berserakan di teras ruko, sengaja tidak dibersihkan, karena kami dan petugas kebersihan juga manusia yang perlu dihargai dan dihormati," ujarnya.

Diakui Husni, pihaknya kesal dengan ulah mereka, sudah dibersihkan dikotor lagi, petugas kebersihan tak dibantu sama sekali oleh pengurus kelentengnya kecuali yang tepekong Porti.

Ada dua titik sengaja tak dibersihkan disebabkan mereka tidak membantu petugas, yakni Vihara Raja Sakti dan Vihara samping Musholla Jalan Imam Bonjol. Selain itu, DLH Meranti minta pengurus atau penjaga kelentengnya saja yang membersihkan sampah. 

"Sebab setiap tahun dia buat seperti ini terus, habis dibersihkan kotor lagi, memang ada beberapa kelenteng petugasnya sendiri yang membersihkan sampah abu kertas, lidi Siu dan petasan yang mereka bakar. Untuk di simpang Gang Jalan Imam Bonjol, penjaganya yang membersihkan dengan air, dan kami acungi jempol," jelasnya.

Kewajiban DLH, lanjut Husni Mubarak hanya membersihkan sampah dijalan, dan tak mungkin pula sampah di halaman rumah orang pula pihaknya yang harus membersihkan, walaupun tidak dipagar, tapi ada batas yang harus dikerjakan sesuai tupoksi.

"Penjaga kelentengnya malam tadi waktu kami jaga ditumpukan sampah SD 8 jalan Imam Bonjol ada memberikan uang kepada staf saya Rp50.000, awalnya mau kasih Rp20.000, namun sudah kami kembalikan lagi ke penjaga kelentengnya," ungkapnya.***