BENGKALIS, GORIAU.COM - Ribuan guru honor madrasah se-Kabupaten Bengkalis belum menerima honor sejak Januari 2013. Keterlambatan pembayaran honor guru madrasah ini hampir terjadi setiap tahun meski sudah diupayakan mencarikan solusinya.

Kepala Madrasah Aliyah Al-Huda Penampi, Ridwan Ahmad, cukup menyesalkan lambannya pembayaran honor bagi para guru madrasah. Kondisi ini membuat para kepala sekolah dan guru-guru pusing tujuh keliling.

Satu sisi mereka harus tetap mengajar agar proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan. Tidak hanya itu, mereka juga harus memberikan yang terbaik kepada siswa-siswanya.

''Di sisi yang lain kami juga harus memutar otak bagaimana agar kebutuhan rumah tangga tetap tercukupi. Bagaimana keperluan anak-anak sekolah tetap ada dan kebutuhan-kebutuhan lainnya,'' ujarnya.

Persoalan pembayaran honorer bagi guru honor madrasah di Bengkalis memang terbilang klasik. Bagaimana tidak, persoalan keterlambatan tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan sampai saat ini belum ada perkembangan positif.

''Tahun 2012 Pemkab Bengkalis menghibahkan dana untuk para guru madrasah ini lamgsung ke Kemenag. Artinya pembayaran tidak dilakukan melalui Kesra atau Satker di Pemkab Bengkalis. Sayangnya, upaya ini belum mampu mengurai benang kusut yang terjadi selama ini, karena pembayaran masih juga lambat,” kata Tarmizi lagi.

Memasuki bulan ke lima para guru honor madrasah belum juga menerima gaji, memang bukan kali pertama kata Ridwan. Kendati terjadi saban tahun, bukan berarti para guru sudah kebal atau tidak rungsing dengan keterlambatan tersebut.

''Sampai saat ini kawan-kawan memang tetap menjalankan kewajiban seperti biasa. Mereka tetap ke sekolah mengajar dan menjalakan rutinitas di sekolah. Tapi pikiran kawan-kawan sudah bercabang, satu sisi tetap menjalankan kewajiban disisi yang lain harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Sebagian guru yang tinggal di kampung memang bisa nyambi sebagai penakik karet dan lainnya. Hanya saja, sebulan terakhir lebih banyak hujan ketimbang panas, sehingga para guru madrasah tersebut lebih banyak nganggurnya. “Kami sangat berharap dalam waktu dekat honor madrasah ini bisa dibayarkan,” harap Ridwan. (jfk)